banner 728x250

Bapak Kopi Rindu Hati Mendunia

banner 120x600

Apred Samsuri pemuda asal Desa Rindu Hati Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten  Bengkulu Tengah, sukses menyukap kopi petik merahnya mendunia.(Foto:Dian Marfani/Realitapost.com)

BENGKULU, REALITAPOST.COM — Apret Samsuri salah satu pemuda dari ribuan pemuda asal Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu yang berhasil membuka mata petani Kopi Desa Rindu Hati Kecamatan Karang Tinggi yang awalnya hanya sebagai komoditas kopi biasa dengan harga yang relatif murah. 

banner 325x300

Kini, kopi Rindu Hati produksinya sudah mampu menembus pasar mancanegara alias mendunia dan membuat daerahnya terkenal di Provinsi Bengkulu.

Itu semua tidak lepas dari tangan dingin dan kesabaran pria kelahiran Desa Rindu Hati, tanggal 03 maret 2000, yang kini banyak terlibat dalam berbagai kegiatan pelatihan barista.

“Alhamdulillah kini produk kopi rumahan yang saya rintis bernama Bapak Kopi Rindu Hati, sudah banyak dipasarkan di luar Bengkulu seperti Jakarta dan Yogyakarta. Bahkan sekitar tahun 2020-an produk kopi petik merahnya mencicipi pasar luar negeri yakni Pasar Hongkong yang saat itu sistem distribusinya kerjasama dengan teman yang ada di Bandung,” ujarnya kepada wartawan ini, Senin pagi (29/5/2023).

Saat itu jumlah kopi yang dia kirim ke luar negeri baru 5 Kg saja dengan harga Rp 100 ribuan perkilonya. Bahkan baru-baru ini dia sempat mendapatkan tawaran ekspor ke Negara Dubai namun harus mampu menyediakan pasokan kopi petik merah minimal 500 Kg hingga 1 ton.”Nah tawaran itu tidak berani saya penuhi karena bahan baku kita sangat terbatas,” terangnya.

Ketakukan Pinjam Bank

Lambat laun usaha yang dia rintis berhasil hingga suatu ketika ada niatan untuk mencoba memberanikan diri mengajukan pinjaman uang di Bank. Tapi hal itu tidak dia lakukan lantaran ada stigma miring yang cukup bikin dia ciut. 

“Kata orang-orang ditempat saya kalau pinjam uang di bank dan macet bisa disita dan proses pengajuan pinjamannya pun terbilang rumit, kata orang-orang kala itu,” ujarnya sambari mengingat-ingat kisah uniknya tersebut.

Namun seiring waktu berjalan dan mendapatkan banyak informasi dari banyak orang termasuk dari pihak BRI Karang Tinggi bertepatan adanya kegiatan pelatihan. Mulai awal tahun 2022 silam dia akhirnya memutuskan memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR BRI sebesar Rp 25 juta selama 3 tahun dengan besaran angsuran Rp 764 ribu perbulan.

“Alhamdulillah sampai saat ini cicilannya lancar dan setelah saya rasakan ada banyak kemudahan setelah dapat pinjaman modal dari BRI,” paparnya.(Dian Marfani) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *