Bengkulu, Realitapost.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali melakukan langkah nyata dalam menata kawasan Niaga. Pada Senin (9/2) pagi, penataan difokuskan di sepanjang Jalan Kedondong yang telah diproyeksikan menjadi lokasi resmi Pasar Subuh atau yang dikenal sebagai Pasar Lima Enam.
Pasar Subuh ini nantinya akan memiliki jam operasional mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
Langkah penataan ini diambil sebagai solusi permanen untuk menertibkan aktivitas pedagang yang selama ini kerap menggunakan badan jalan di kawasan Panorama sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, menjelaskan bahwa rencana ini bertujuan mengakomodir para pedagang yang masih berjualan di sepanjang Jalan Semangka, Manggis, dan Belimbing.
Penataan ini kita lakukan untuk menampung pedagang yang selama ini masih berjualan di lokasi-lokasi yang tidak semestinya. Kita arahkan semuanya ke Jalan Kedondong agar lebih tertib dan teratur,” ujar Alex.
Pasar Subuh di Jalan Kedondong ini dijadwalkan akan segera diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang kecil, Pemkot memberikan kebijakan khusus berupa pembebasan biaya sewa lapak.
“Walikota Bengkulu telah memberikan dispensasi dengan menggratiskan biaya lapak bagi para pedagang. Pedagang hanya perlu membayar retribusi sampah dan listrik saja. Ini bentuk dukungan pemerintah agar para pedagang mau pindah dan berjualan di tempat yang sudah disediakan,” jelasnya.
Antusiasme pedagang terhadap relokasi ini tergolong tinggi. Hingga saat ini, tercatat ratusan pedagang telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan tempat di lokasi baru tersebut.(Red)
