berita realitapost

Catat Tahun Ini LPK Takeka Bengkulu Kantongi 500 Lowongan Kerja di Jepang

Jajaki Peluang ke Jerman dan Cina

banner 120x600

Bengkulu,Realitapost.com — Perkembangan lembaga pelatihan kerja (LPK) yang fokus menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri terus menunjukkan tren positif. Salah satunya datang dari LPK TAKEKKA yang dipimpin oleh Dr. Sahudin, Ak., M.Si., CA, CGAA. Lembaga ini kini menjadi salah satu pilihan utama bagi pemuda yang ingin mengembangkan karier hingga ke Jepang.

Dr. Sahudin mengungkapkan bahwa pertumbuhan lembaga yang ia bina terbilang pesat. Hingga saat ini, tercatat sekitar 96 peserta telah menandatangani kontrak kerja. Sementara itu, jumlah siswa yang sedang menjalani proses pembelajaran mencapai kurang lebih 150 orang.

“Alhamdulillah, perkembangan cukup pesat berkat dukungan banyak pihak. Bahkan untuk penyaluran tenaga kerja, tidak ada kendala. Justru permintaan dari mitra di Jepang cukup tinggi, sampai-sampai calon tenaga kerja harus antre,” ujarnya pada Minggu, 12 April 2026.

Ia menjelaskan, saat ini, LPK TAKEKKA masih memfokuskan penyaluran tenaga kerja ke Jepang. Namun, peluang ekspansi ke negara lain seperti Jerman dan China juga tengah dijajaki.

Adapun bidang pekerjaan yang paling banyak diminati dan dibutuhkan di Jepang adalah sektor konstruksi untuk laki-laki, serta kaigo atau perawat lansia bagi perempuan. Selain itu, sektor pertanian juga menjadi salah satu opsi penempatan.

Terlebih lagi diakuinya, tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang mencapai 500 orang pertahun, menjadi peluang besar bagi generasi muda Indonesia, khususnya dari Bengkulu. Dr. Sahudin menegaskan bahwa syarat utama bagi calon peserta sebenarnya cukup sederhana.

“Syaratnya hanya serius, disiplin, dan mau belajar bahasa Jepang. Untuk pendidikan, minimal harus lulus Paket C saat keberangkatan. Kalau belum, bisa sambil diproses,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, LPK TAKEKKA menawarkan berbagai skema yang fleksibel. Mulai dari biaya mandiri hingga sistem talangan, baik sebagian maupun penuh, sesuai ketentuan yang berlaku.

Menariknya, terdapat program “kelas amal” yang ditujukan bagi pelajar SMA dan mahasiswa. Dengan biaya hanya Rp100 ribu per bulan, peserta sudah dapat belajar bahasa Jepang hingga tuntas, sementara sisa biaya dapat dibayarkan setelah bekerja di Jepang.

“Untuk batas usia, peserta maksimal berusia 35 tahun, sementara tidak ada batasan usia minimal untuk belajar bahasa Jepang,” katanya.

Terkait alur keberangkatan, Dr. Sahudin menjelaskan bahwa program intensif dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat. Peserta akan menjalani pelatihan bahasa di Bengkulu selama tiga bulan, dilanjutkan dengan pemusatan atau pelatihan lanjutan di Jawa selama tiga bulan.

“Setelah itu, peserta akan menandatangani kontrak kerja, mengurus Certificate of Eligibility (COE), dan berangkat ke Jepang. Total waktu yang dibutuhkan sekitar enam hingga delapan bulan,” tuturnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *