banner 728x250

Dongkrak Produksi Kopi, Kepahiang Siapkan 2,2 Juta Bibit Unggulan

banner 120x600


KEPAHIANG – Mulai tahun ini Pemerintah Daerah
Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu telah menyiapkan sebanyak 2,2 juta batang
bibit kopi unggulan varietas robusta yang akan disebarkan kepada masyarakat
petani.
Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, Hernawan,
Amd, melalui, Kepala Bidang Program Pertanian, Suifansi, ditemui diruang
kerjanya, Senin pagi (15 Januari 2018), menjelaskan program pengadaan bibit
kopi varietas robusta ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk
meningkatkan produksi kopi unggulan ditingkat petani.
“Bibit kopi Robusta ini nanti akan dibagikan
kepada setiap Kelompok Tani (Poktan) yang sudah dilakukan pendataan oleh
petugas kita. Tentunya Poktan yang menerima ini berstatus aktif berkelompok,”
ujarnya.
Apalagi sejauh ini produktivitas kopi
unggulan Kepahiang ditingkat petani selama ini hanya mencapai 400 hingga 600 Kg
setiap tahunnya, sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar luar daerah
yang cenderung meningkat.
Sebelumnya, Bupati Kepahiang Hidayatullah
Sjahid, telah menyatakan Pemerintah Daerah siap menjadikan Kepahiang sebagai
daerah agrowisata yang diharapkan mampu mendongrak pertumbuhan ekonomi
khususnya ditingkat petani lokal.
Integrasi
ini akan dikembangkan lewat percontohan agrowisata Kampung Kopi di desa yang
potensial. Keberadaan kampung kopi tersebut akan dipadu dengan potensi wisata
alam lainnya.

banner 325x300

Salah satu desa di Kabupaten Kepahiang yakni Tebat Monok yang berbatasan dengan
Hutan Lindung Bukit Daun merupakan habitat bunga langka dilindungi Rafflesia arnoldii.

“Kami akan padukan potensi wisata alam ini dengan produk unggulan lokal
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Konsep pariwisata tersebut akan dimatangkan untuk menyuskeskan tahun kunjungan
wisata Bengkulu pada 2020 atau “Visit Wonderful Bengkulu 2020” yang
digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu.[Ben]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *