berita realitapost

DPD Golkar Provinsi Bengkulu Dituding Lakukan Cara Zionis dan Tak Beradab Terhadap Pengurus DPD Golkar Kota Bengkulu

banner 120x600

REALITAPOST.COK, BENGKULU – Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Antonio Imanda, menegaskan bahwa jika DPD Golkar Provinsi Bengkulu ingin mengambil alih kepengurusan di tingkat kota, maka hal tersebut seharusnya dilakukan secara elegan dan sesuai dengan aturan organisasi.

Antonio menyampaikan dirinya tidak lagi memiliki kepentingan terhadap jabatan di dalam kepengurusan partai. Namun demikian, ia menilai proses yang dilakukan saat ini justru berpotensi merusak soliditas kader yang telah lama mengabdi.

“Soliditas kader itu yang utama. Sangat disayangkan jika kader yang sudah puluhan tahun mengabdi di Golkar justru disingkirkan oleh mereka yang baru bergabung dalam waktu singkat,” ujarnya.

Ia juga mengkritik langkah pembekuan kepengurusan yang dinilai tidak memiliki alasan jelas. Menurutnya, mayoritas pengurus yang dibekukan merupakan kader lama yang selama ini patuh terhadap kebijakan dan aturan partai.

Antonio menambahkan bahwa dirinya bersama ketua tidak memiliki kepentingan politik dalam pencalonan apapun ke depan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pembekuan kepengurusan yang dinilai tidak memberikan ruang bagi proses musyawarah daerah (Musda) yang bersih dan demokratis.

“Seharusnya diberikan kesempatan untuk mengantarkan Musda secara demokratis. Siapapun yang ingin mencalonkan diri tidak perlu dibatasi. Saat ini mencari kader itu sulit, jangan sampai kader yang sudah ada justru disingkirkan,” tegasnya.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti narasi yang berkembang di tingkat provinsi, termasuk terkait klaim adanya persetujuan dari DPP untuk melakukan pembekuan kepengurusan Golkar Kota Bengkulu dan menunjuk PLt Ketua Golkar Kota Bengkulu.

“Kalau memang benar ada persetujuan dari DPP, kami ingin tahu dasar dan alasannya. Karena sejauh ini kami merasa tidak melanggar instruksi, aturan, maupun kebijakan partai,” tambahnya.

Apalagi tegasnya, DPP Golkar telah mengeluarkan surat instruksi nomor 4 tahun 2025 yang isinya melarang penunjukan Plt dalam pengurus Golkar Daerah.

Sebagai informasi, Antonio Imanda merupakan kader Golkar sejak tahun 2004 dan telah mengemban berbagai jabatan di partai. Ia tercatat menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar Kota Bengkulu selama dua periode sejak 2015 hingga sekarang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Depidar SOKSI Provinsi Bengkulu serta, Mantan Sekretaris Dewan Etik KAHMI Bengkulu sampai saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *