BENGKULU, REALITAPOST.COM — Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Dengar Pendapat (hearing) bersama Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bengkulu.
Pertemuan resmi ini dilaksanakan di lingkungan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu untuk mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa terkait situasi terkini di tanah kelahiran mereka.Menyerap Aspirasi dan Kondisi TerkiniKetua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, S.Sos., menegaskan bahwa dialog terbuka ini merupakan bentuk kepedulian parlemen daerah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk para mahasiswa asal Papua yang sedang menuntut ilmu di Bengkulu.
“Pertemuan ini sengaja kami maksudkan untuk menyerap aspirasi rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat Papua terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Sebagai wakil rakyat, kami wajib mendengarkan suara mereka,” ujar Zainal.
Dalam forum tersebut, perwakilan IMAPA menyampaikan beberapa pernyataan sikap dan kegelisahan mereka mengenai dinamika di Papua, di antaranya:Isu Kemanusiaan: Menyoroti dugaan tindakan kekerasan dan pemenuhan perlindungan terhadap warga sipil di beberapa wilayah Papua.Hak Asasi Manusia: Mendesak adanya penanganan transparan dan investigasi menyeluruh dari Komnas HAM terkait situasi di daerah konflik.
Dampak Investasi: Menyampaikan kekhawatiran terhadap aktivitas investasi skala besar yang dinilai berpotensi mengabaikan hak ekologi dan sosial-politik masyarakat adat.Ruang Demokrasi: Meminta jaminan kebebasan berpendapat serta akses peliputan yang aman bagi jurnalis di Papua.
Komitmen DPRD Provinsi BengkuluSelain Ketua Komisi I Zainal, S.Sos., rapat dengar pendapat ini juga dihadiri oleh anggota Komisi I lainnya seperti Edwar Samsi, Andy Suhadi, Herwin Suberhani, dan Susman Hadi. Jajaran Komisi I menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menampung aspirasi, melainkan akan meneruskannya secara resmi ke tingkat pusat. Seluruh poin tuntutan tertulis dari mahasiswa akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat, DPR RI, hingga Komnas HAM agar mendapatkan perhatian serta penanganan yang lebih serius.(ADV)
