BENGKULU, REALITAPOST.COM — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 yang mengusung tema “The New Horizon” serta Hari Bumi 22 April 2026, PT Hutama Karya (Persero) menggelar aksi penanaman pohon secara serentak di seluruh ruas Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) yang dikelolanya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kick-off program penanaman 17.000 pohon dari 18 jenis tanaman yang akan dilakukan sepanjang tahun 2026 di 11 ruas tol JTTS. Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi tanah dan karakteristik lingkungan di masing-masing wilayah, guna memastikan keberlanjutan ekosistem di sekitar jalan tol.Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa pada usia ke-65, perusahaan ingin menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Tema The New Horizon menjadi refleksi komitmen kami bahwa pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan bukanlah hal yang bertentangan. Penghijauan di koridor JTTS merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujar Iwan.
Program penghijauan di area rest area dan ruang milik jalan (Rumija) JTTS sendiri bukan hal baru. Hutama Karya telah melaksanakan penanaman pohon secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir, seiring dengan bertambahnya ruas tol yang beroperasi di Pulau Sumatra.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 98.000 pohon telah tumbuh di sepanjang koridor JTTS. Pohon-pohon tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga berperan dalam menjaga kualitas udara, meredam kebisingan, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Seremoni utama kegiatan penanaman pohon dipusatkan di Rest Area KM 41 Jalur B Tol Binjai–Langsa. Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen Hutama Karya, perwakilan pemerintah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan di kawasan jalan tol.
Pada tahun ini, Hutama Karya juga mulai melakukan pengukuran potensi serapan karbon dari vegetasi yang ditanam. Dengan menggunakan pendekatan perhitungan berbasis metode The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), penanaman 17.000 pohon pada 2026 diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e secara kumulatif hingga tahun 2050.
“Untuk pertama kalinya, kami mulai mengukur kontribusi ekologis secara ilmiah. Ini menjadi langkah awal agar dampak lingkungan dari operasional JTTS dapat dikelola dan terus ditingkatkan secara terukur,” tambah Iwan.
Hutama Karya menegaskan bahwa penghijauan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian integral dari pengelolaan infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan. Selain mendukung konektivitas ekonomi di Sumatra, JTTS juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis bagi wilayah yang dilaluinya.
Ke depan, perusahaan akan terus memperluas cakupan penghijauan seiring dengan pertumbuhan jaringan JTTS, sekaligus mempublikasikan perkembangan data dampak lingkungan secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Program penanaman pohon ini merupakan bagian dari inisiatif Hutama Karya ReGreen dalam payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Hutama Karya Peduli. Selain ReGreen, program tersebut juga mencakup kegiatan lain seperti Hutama Karya Mengajar, EduInfra, WASHInfra, hingga pemberdayaan UMKM.
Dengan langkah ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan demi masa depan yang lebih hijau.(rilis)
