Pesisir Barat, Realitapost.com — Jalan Wai Haru Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Bengkulu sepanjang 6,2 Km dengan lebar 2 meter direncanakan siap direalisasikan. Hal itu tertuang dalam dokumen kerjasama (PKS) antara Pemerintah Pesisir Barat dengan pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Hadir dalam acara PKS tersebut yakni Kepala Balai Besar TNBBS Hifzon Zawahiri, S.E., M.M., beserta jajaran, dan Bupati Pesisir Barat Dedy Irawan, yang didampingi Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, Plh Sekda Armand Achyuni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Mesrawan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Amrul Haq, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian M. Belly Oscar, Kepala Bagian Pemerintahan Muhamad Ikhsan Haqiqi, serta perwakilan Yonif TP 944/RSC.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kerja sama yang dituangkan dalam PKS berpedoman pada prinsip 3P, yakni pemanfaatan, perlindungan, dan pengamanan kawasan konservasi.
Menurutnya, seluruh aspek teknis yang menjadi ruang lingkup kerja sama telah diatur secara resmi dalam dokumen PKS. Ruang lingkup tersebut mencakup pembangunan jalan patroli yang diberikan izin dengan lebar 2 meter serta bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kiri dan kanan. Selain itu, pembangunan jembatan dan infrastruktur pendukung lainnya juga telah disepakati sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Semua ruang lingkup kerja sudah kita masukkan dalam PKS, sehingga bersifat resmi dan sesuai prosedur,” ujar Hifzon.
Sementara itu, Bupati Dedy Irawan, menegaskan bahwa penandatanganan PKS tersebut merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan.
Menurut Bupati, pembukaan akses menuju Way Haru menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang telah direncanakan sejak awal masa kepemimpinannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa salah satu ruang lingkup utama dalam kerja sama tersebut adalah peningkatan dan pemeliharaan jalan patroli sepanjang 6,2 kilometer beserta jembatan penghubung di Zona Khusus Way Heni–Way Haru. Program tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Peningkatan akses jalan ini akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pendidikan, layanan kesehatan, dan konektivitas antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin berkembang,” ujar Bupati Dedi Irawan.
