berita realitapost

Keluarga Napi Lapas Perempuan IIB Bengkulu Bongkar Praktek Bisnis Dibalik Sel

banner 120x600

Bengkulu, Realitapost.com — Salah satu keluarga narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Bengkulu meminta identitasnya dirahasiakan, mengukapkan adanya tekanan-tekanan kepada Napi.

Ia menjelaskan, keluarga dibatasi untuk mengirimkan makanan kepada narapidana, hanya dibolehkan untuk satu porsi makan sehingga budaya berbagi ke sesama tidak bisa dilakukan. Selain itu, keluarga yang di luar Kota Bengkulu mengirimkan untuk bekal 1 minggu juga tidak dibolehkan lagi.

‎“Kebijakannya lebih ekstrem dari sebelumnya. Keluarga napi, keluarga para warga binaan sulit memberikan bantuan berupa makanan maupun pakaian,” ujarnya.

‎Pembatasan itu juga mencakup barang-barang sehari-hari seperti sabun, pasta gigi, dan kebutuhan sandang lain yang sebelumnya masih dapat dikirimkan oleh keluarga.

‎Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan karena mayoritas penghuni Lapas Perempuan Bengkulu berasal dari keluarga tidak mampu.

‎“Sekitar 95 persen warga binaan itu orang tidak mampu, dan sebagian besar berasal dari kabupaten-kabupaten jauh seperti Rejang Lebong, Lebong, dan Kaur,” ungkapnya.

‎Selain pembatasan, dia menyoroti adanya dugaan praktik komersial di dalam lapas melalui penyediaan makanan dan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan pasar.

‎“Kami menduga makanan dari luar dibatasi karena di dalam ada binker, tempat penitipan dan pengolahan yang menjadi ladang mencari uang. Harga makanan di dalam bisa dua sampai tiga kali lipat dari harga di luar,” katanya.

‎Dampaknya, warga binaan terpaksa bergantung pada pembelian internal dengan harga tinggi, sementara tidak semua keluarga mampu mengirim makanan. Dalam satu kamar yang berisi 10–12 orang, banyak yang tidak mendapatkan kiriman sama sekali.

‎“Mereka sudah susah, makin disusahkan,” ucapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *