REALITAPOST.COM, BENGKULU — Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang menyeluruh melalui penyelenggaraan Musical Exhibition yang digelar di Atrium Bencoolen Mall, Jumat, 23 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus wadah pembinaan bakat siswa di bidang musik, dengan tujuan utama membangun mental, keberanian, dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.
Ketua Yayasan Yodan Keluarga Kasih yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan bahwa kegiatan Art and Music Exhibition merupakan agenda rutin yang sengaja dihadirkan setiap tahun. Menurutnya, pameran seni dan musik ini dirancang untuk memastikan putra-putri sekolah, termasuk siswa HighScope Indonesia Bengkulu, dapat terus berkembang dan maju sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Kita senang sekali menyelenggarakan Art and Music Exhibition. Karena itu, setiap tahun kami mengadakan konsep ini agar anak-anak sekolah bisa terus berkembang dan maju,” ujar Yosia Yodan.
Ia menegaskan bahwa yayasan ingin memastikan peserta didik mampu mengakselerasi dan mengaktivasi kemampuan mereka, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dari sisi mental dan karakter.
Lebih lanjut, Yosia menjelaskan bahwa ketika anak-anak tampil di atas panggung, sesungguhnya mereka sedang belajar berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan diri menghadapi kehidupan di masa depan. Penampilan seni, menurutnya, menjadi simulasi penting dalam membentuk sikap tangguh dan luwes dalam bersosialisasi.

“Mereka sebenarnya sedang memperlihatkan bahwa mereka siap, percaya diri, dan mampu bersikap adaptif dalam kehidupan selanjutnya. Inilah fondasi yang ingin kami bangun, agar anak-anak memiliki kepercayaan diri, akhlak yang baik, dan kelak menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi Provinsi Bengkulu,” tambahnya.
Kegiatan Musical Exhibition ini juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kepala Bidang PAUDNI dan Pendidikan Nonformal, Minarni, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan bertujuan mencari kesempurnaan penampilan anak, melainkan menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri.
“Ini adalah penampilan yang mungkin sudah dilatih selama beberapa minggu atau bulan. Namun yang kita lihat bukan kesempurnaan, melainkan keberanian anak-anak untuk tampil di depan umum,” jelas Minarni sekaligus membuka kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak mencemooh atau menertawakan kesalahan anak saat tampil, karena setiap anak sedang berada dalam proses belajar.
Menurut Minarni, tidak semua orang dewasa mampu tampil di depan umum dengan percaya diri. Oleh sebab itu, anak-anak perlu diberikan ruang aman untuk berekspresi. Ia menekankan bahwa kolaborasi, keberanian, dan dukungan orang tua menjadi kunci penting dalam menumbuhkan potensi anak sejak dini.
Minarni juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri. Ia mengibaratkan pendidikan tanpa seni seperti masakan tanpa garam. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pelajaran akademik, tetapi juga pembelajaran untuk menikmati diri, mengekspresikan emosi, dan mengelola kepercayaan diri.
“Kita sering mendorong anak les matematika atau pelajaran lainnya, tetapi lupa memberikan ruang untuk menikmati diri mereka. Jangan sampai kita membuat anak-anak stres. Dukungan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberanian dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswa HighScope Indonesia Bengkulu, Maria Aletta Joanes, tampil percaya diri membawakan lagu di hadapan orang tua dan pengunjung mal. Ia mengaku senang dapat mengikuti Musical Exhibition dan merasa banyak mendapatkan pengalaman positif selama bersekolah di HighScope.
“Saya senang bisa bernyanyi di depan orang tua dan teman-teman. Belajar di HighScope membuat saya lebih berani dan percaya diri,” ujar Maria Aletta. Penampilannya mendapat apresiasi hangat dari para orang tua dan pengunjung yang hadir.
Saat ini, jumlah siswa HighScope Indonesia Bengkulu tercatat sekitar 250 anak. Berbagai kegiatan berbasis minat dan bakat terus dikembangkan sebagai bagian dari metode pembelajaran yang menyenangkan dan holistik. Melalui Musical Exhibition, HighScope Indonesia Bengkulu menegaskan perannya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, berkarakter positif, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri.(TIM)

















