berita realitapost

Kolaborasi TBIG Ubah Wajah SMK! Lulusan Kini Lebih Siap Kerja, Bahkan Direkrut Perusahaan

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan yang dijalankan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dinilai mampu mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Salah satu sekolah yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah SMK 11 Maret Bekasi.

Kepala Program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK 11 Maret Bekasi, Muhammad Andika Prawira, S.Kom., mengatakan sekolahnya telah menjadi mitra Program CSR Pendidikan TBIG selama kurang lebih tiga tahun. Menurutnya, kerja sama tersebut membawa perubahan signifikan terhadap kualitas pembelajaran maupun kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri adalah keterbatasan sarana teknologi yang dimiliki sekolah, terutama sekolah swasta.

“Kalau SMK negeri umumnya memperoleh banyak dukungan berupa sarana dan prasarana, pelatihan, serta tenaga pendidik ASN maupun PPPK yang telah tersertifikasi. Sementara SMK swasta sangat bergantung pada kemampuan yayasan atau pengelola sekolah. Karena itu kami sangat bangga dapat bermitra dengan CSR TBIG sejak awal program hingga pelatihan guru,” ujar Andika saat menjadi narasumber dalam kegiatan JFC on CSR GWPP Batch 3.

Menurutnya, sebelum bekerja sama dengan TBIG, proses pembelajaran di sekolah sepenuhnya mengacu pada kurikulum pemerintah. Namun setelah mengikuti Program Kurikulum Unggulan CSR TBIG, pihak sekolah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kompetensi yang benar-benar dibutuhkan industri.

“Kami jadi mengetahui kebutuhan industri secara langsung, baik kompetensi teknis seperti jaringan fiber optik maupun kemampuan nonteknis atau soft skills yang harus dimiliki lulusan,” katanya.

Andika menuturkan, pengalaman tersebut mendorong sekolah melakukan penyelarasan (link and match) antara kurikulum nasional dengan kurikulum yang dikembangkan bersama TBIG. Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih relevan terhadap kebutuhan dunia kerja.

“Nah, dampaknya membuat pihak sekolah bisa melakukan link and match antara kurikulum TBIG dengan kurikulum pemerintah. Jadi kami tidak lagi menggunakan kurikulum pemerintah secara 100 persen, tetapi mengolaborasikannya dengan kurikulum yang disusun bersama TBIG,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil kolaborasi tersebut kini semakin nyata. SMK 11 Maret Bekasi telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sendiri yang dikembangkan melalui kerja sama dengan TBIG sehingga para siswa dapat memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui dunia industri.

Selain itu, setiap tahun sekolah juga dipercaya oleh TBIG untuk melaksanakan berbagai program pelatihan, magang industri, hingga kunjungan industri bagi para siswa. Bahkan, salah satu alumni SMK 11 Maret Bekasi berhasil direkrut dan bekerja di lingkungan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.

“Bagi kami, keberhasilan alumni diterima bekerja di TBIG menjadi bukti bahwa kolaborasi ini berjalan efektif. Target kami sederhana, bagaimana lulusan benar-benar siap kerja ketika menyelesaikan pendidikan,” ungkap Andika.

Ia berharap sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha seperti yang dibangun melalui Program CSR Pendidikan TBIG dapat terus diperluas sehingga semakin banyak sekolah vokasi, khususnya SMK swasta, mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Exit mobile version