Bengkulu, Realitapost.com — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Astuti, S.Pd., SD., meminta kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan program pemerintah khususnya bidang sosial, kesehatan dan pendidikan.
“Kita akan fasilitasi setiap keluhan masyarakat. Terlebih masyarakat ingin memahami prosedur pendataan agar dapat mengetahui peluang bantuan yang dapat dimanfaatkan.” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi dari dapil Kota Sri Astuti mengatakan, masyarakat sudah mempertegas, mempertanyakan, dan berharap mendapatkan bantuan-bantuan yang ada di Kemensos dan Pemprov Bengkulu. Apalagi warga ingin tahu ilmunya, supaya tahu apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk bantuan bagi masyarakat.
Dia menambahkan, warga kerap menyinggung isu bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 900.000 yang sempat memicu kegaduhan. Warga mempertanyakan mengapa ada penerima bantuan yang dinilai tidak layak, seperti warga yang memiliki mobil atau rumah bagus, tetapi tetap mendapatkan BLT. Sementara warga dengan kondisi ekonomi lebih rendah justru tidak masuk dalam daftar penerima.
“Iya heboh kemarin gara-gara BLT Rp 900.000 itu. Ada warga yang punya mobil dapat, rumahnya bagus dapat, tapi yang menengah tidak dapat. Itu yang membuat warga ingin klarifikasi langsung dari Dinsos,” ungkap Sri Astuti mengutip aspirasi warga.
Dikesempatan itu juga Yudan Harto, S.Kep., M.Si., selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Provinsi Bengkulu memberikan penjelasan menyeluruh. Bahkan Yudan menerangkan bahwa selama dua tahun terakhir, anggaran koordinasi pendataan tidak tersedia sehingga pemutakhiran data tidak berjalan optimal.
Sementaramenyikapi hal itu, Sri Astuti memastikan akan memperjuangkan penganggaran pendukung koordinasi melalui pokok-pokok pikiran DPRD. “Insya Allah, kalau pokir masih ada, tahun 2026–2027 akan saya anggarkan untuk fasilitas koordinasi,” tegasnya.
Lebih lanjut Sri Astuti berharap dialog seperti ini dapat memberikan pemahaman baru bagi masyarakat serta mendorong data bansos yang lebih akurat dan penyaluran yang semakin tepat sasaran di Provinsi Bengkulu.
“Alhamdulillah, hari ini warga sudah mengetahui nya sekaligus meminta perubahan data penerima bansos dan dari pihak Dinsos berjanji akan memperbaiki nya,” demikian Sri Astuti.(ADV)

















