REALITAPOST.COM, BENGKULU – Jarum jam menunjukkan pukul 00.15 WIB di kawasan Pasar Panorama, Senin (26/1/2026). Di saat sebagian besar warga Kota Bengkulu sedang terbuai mimpi, sebuah mobil dinas tampak terparkir di bahu jalan yang biasanya sesak oleh lapak pedagang. Dari dalamnya keluar sosok yang tak asing: Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., Walikota Bengkulu periode 2025-2030.
Bagi Dedy, istilah “kerja 24 jam” bukan sekadar jargon politik. Sejak dilantik pada Februari 2025 lalu, ia kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tengah malam hingga dini hari. Fokus utamanya kali ini adalah memastikan program unggulan penataan kawasan bebas Pedagang Kaki Lima (PKL) berjalan sesuai rencana.
Dalam kesunyian malam, Dedy tampak berjalan kaki menyisiri trotoar di sepanjang Jalan Salak dan kawasan Pasar Jangkar Mas yang baru saja direnovasi. Sesekali ia berhenti, menyapa satu-dua pedagang yang masih bersiap-siap atau petugas kebersihan yang sedang menyapu jalan.
“Penataan ini bukan untuk melarang orang berjualan, tapi memindahkan ke tempat yang lebih layak agar kota ini rapi dan indah,” ujarnya saat berbincang dengan seorang pedagang di lokasi. Pendekatan dialogis ini menjadi ciri khasnya; ia lebih memilih turun langsung dan “berdiskusi santai” daripada hanya mengandalkan penertiban paksa oleh petugas Satpol PP.
Menjaga Nadi Kota 24 Jam
Program penataan PKL di awal 2026 ini memang sedang digalakkan secara besar-besaran. Walikota ingin memastikan bahwa trotoar kembali ke fungsinya sebagai jalur pejalan kaki dan bahu jalan tidak lagi menjadi sumber kemacetan. Monitoring tengah malam dilakukan untuk melihat apakah para pedagang menaati komitmen untuk masuk ke dalam los pasar yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota.
“Saya ingin memastikan warga merasa bahagia dan nyaman saat bangun pagi dan mulai beraktivitas. Jika kotanya bersih dan tertib sejak dini hari, maka energi positif itu akan menular ke seluruh warga,” tambah Dedy yang baru saja merayakan usia emas ke-50 pada Desember lalu.
Visi 2026: Kota Bengkulu Kota Wisata dan Bahagia
Langkah Walikota yang tetap memantau lapangan di jam istirahat ini mendapat apresiasi sekaligus tantangan tersendiri. Namun, bagi Dedy, kehadirannya di lapangan adalah bentuk “kehadiran negara” di tengah masyarakat. Selain PKL, pemantauan malam hari ini juga mencakup pengecekan lampu jalan dan kesiapan infrastruktur publik lainnya yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2026.
Aksi “Walikota 24 Jam” ini seolah menjadi pesan kuat bahwa kepemimpinannya tidak akan berhenti di balik meja kantor. Dari sudut-sudut remang pasar hingga pusat kota, Dedy Wahyudi terus melangkah, memastikan Bengkulu benar-benar bertransformasi menjadi kota yang religius, bersih, dan membahagiakan bagi setiap penghuninya.
Penulis Damar
