berita realitapost

Muscab PKB, Khairuddin : PKB dan NU Tak Bisa Dipisahkan, Pemimpin Baru Wajib Dekat Warga Nahdliyin

banner 120x600

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Provinsi Bengkulu, Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. KH Khairuddin l, memberikan pesan mendalam bagi para kader yang akan bertarung memperebutkan kursi Ketua DPC.

Khairuddin menegaskan bahwa siapapun yang terpilih nantinya harus mampu memperkuat kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, hubungan antara PKB dan NU adalah ikatan historis dan ideologis yang sangat kuat.

“Mau bagaimanapun, mayoritas masyarakat NU itu, disuruh atau tidak, sikap politiknya pasti ke PKB. Sejarah mencatat PKB lahir dari rahim tokoh-tokoh besar NU, salah satunya Gus Dur. Jadi, jangan sekali-kali pemimpin PKB menjauhi warga NU sebagai konstituen utamanya,” tegas Khairuddin.

Selain itu, ia memberikan apresiasi terhadap terobosan PKB yang menerapkan sistem Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) dalam proses seleksi kepemimpinan. Sistem ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk meminimalisir potensi gesekan atau konflik internal yang sering muncul pasca-musyawarah di tingkat wilayah maupun cabang.

Mekanisme UKK: Objektivitas Tanpa Memandang Latar Belakang

Di sisi lain, Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu, H. Zainal, S.Sos, menjelaskan bahwa sistem UKK ini akan dilaksanakan dalam dua tahapan krusial, yakni di tingkat DPW (Provinsi) dan tingkat DPP (Pusat).

Materi ujian yang akan dihadapi para kandidat meliputi:

Ujian Tertulis Psikotes untuk melihat karakter dan stabilitas emosional.

Ujian Wawancara (Interview) untuk menggali visi, misi, dan loyalitas.

H. Zainal menekankan bahwa seluruh proses seleksi akan dilakukan secara transparan. “Kapasitas calon akan dipandang secara objektif. Kami tidak melihat latar belakang tertentu, yang utama adalah kemampuan mereka memimpin partai dan komitmennya terhadap amanah organisasi,” pungkasnya.

Dengan sistem ini, PKB Bengkulu berharap dapat melahirkan sosok pemimpin yang kompeten sekaligus mampu menjaga harmoni dengan akar rumput, terutama warga Nahdliyin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *