BENGKULU — Satu bulan menunggak cicilan rupanya sudah cukup bagi Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberikan “tanda kasih” berupa stiker di rumah nasabahnya. Itulah yang dialami seorang penghuni Perumahan Griya Andika Alpatindo (GAA), yang bahkan tinggal di sana lebih kurang selama tujuh tahun tanpa pernah bermasalah sebelumnya.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 30 November 2025. Nasabah yang baru pulang dari dusun mendadak dibuat terpaku melihat pagar rumahnya sudah ditempeli stiker BTN—tanpa pesan, tanpa salam, apalagi pemberitahuan.
“Baru telat sebulan, bukan setahun. Tapi ya langsung dapat stiker. Luar biasa cepat pelayanannya,” ujarnya dengan nada kesal.
Untuk memastikan alasan pemasangan stiker, nasabah kemudian mencoba menghubungi pihak BTN. Pegawai BTN bernama Ramadhan memberikan keterangan singkat bahwa nasabah yang ingin mendapatkan penjelasan diminta langsung datang ke kantor BTN.
“Kalau ingin bertanya atau klarifikasi, silakan datang ke kantor,” ujar Ramadhan singkat.
Tidak ada penjelasan, tidak ada uraian prosedur, seolah pemasangan stiker di rumah nasabah adalah hal standar seperti mengirim brosur promo.
Hingga berita ini dipublikasikan, BTN belum memberikan keterangan resmi mengenai standar operasional pemasangan stiker peringatan, terutama terhadap nasabah yang memiliki riwayat pembayaran baik selama bertahun-tahun. Sementara itu, nasabah berharap BTN bisa membedakan mana kreditur bermasalah dan mana yang hanya terlambat sebulan—tanpa perlu “memberi label” di depan umum. (*)

















