berita realitapost

Optimalkan PAD, Bapenda Bengkulu Siapkan Skema Baru Penagihan Pajak

banner 120x600

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu terus memperkuat langkah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor piutang pajak yang belum tertagih.
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Noni Yuliesti, mengatakan pihaknya bersama Kejaksaan akan bersinergi dalam upaya penagihan piutang pajak, baik yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya maupun tunggakan tahun berjalan.
“Bersama kita dalam peningkatan PAD, pendapatan asli daerah. Jadi piutang-piutang yang tidak tertagih itu nanti akan kita tindaklanjuti bersama Kejaksaan, baik piutang tahun kemarin maupun tahun berjalan seperti Januari–Februari yang belum dibayarkan,” ujar Noni.
Meski demikian, Noni menegaskan bahwa langkah penagihan bukan menjadi upaya pertama. Bapenda tetap mengedepankan pendekatan persuasif dengan terlebih dahulu mendatangi para wajib pajak.
“Upaya pertama yang kita lakukan, kami dari Bapenda sudah mendatangi wajib pajak terlebih dahulu. Tujuannya selain menagih juga untuk optimalisasi PAD agar tidak ada yang tertinggal,” jelasnya.
Menurutnya, sumber PAD Kota Bengkulu cukup beragam, mulai dari pajak rumah makan, hotel, parkir, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena itu, diperlukan kesadaran dari wajib pajak untuk berkontribusi secara maksimal kepada daerah.
“Harapan kita ada kesadaran dari wajib pajak yang masih belum memberikan kontribusi maksimal kepada pemerintah kota,” tambah Noni.
Dengan adanya kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU), ia berharap peningkatan kepatuhan pajak dapat semakin optimal dan berdampak langsung pada pendapatan daerah.
Noni juga mengungkapkan bahwa capaian PAD Kota Bengkulu mengalami tren peningkatan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terdapat kenaikan lebih dari Rp2 miliar hingga April 2026.
“Kalau dibandingkan April tahun lalu dengan April tahun ini, sudah ada peningkatan lebih dari dua miliar rupiah. Ada yang meningkat sekitar 20 persen di beberapa sektor,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, sektor yang paling signifikan memberikan kontribusi adalah restoran dan hotel, yang bahkan sudah mendekati atau mencapai target pada triwulan pertama.
Ke depan, Bapenda juga tengah menyiapkan skema baru terkait optimalisasi pajak daerah, termasuk rencana perubahan dalam penerapan memaksimalkan potensi PAD
“Ke depan akan ada skema baru atau penyesuaian terkait penerapan untuk lebih memaksimalkan potensi PAD,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bengkulu berharap pendapatan daerah terus meningkat seiring dengan tumbuhnya kepatuhan wajib pajak di Kota Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *