REALITAPOST.COM, BENGKULU – Upaya penataan kawasan pasar kembali digencarkan Pemerintah Kota Bengkulu pasca Lebaran.
Kepala UPTD Pasar Disperdagrin Kota Bengkulu, Budiono Hendra Sakti, menyebut pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan penertiban kali ini.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Kami tidak melakukan pengangkutan barang. Pedagang dengan kesadaran sendiri menertibkan lapaknya,” jelasnya.
Perubahan paling terlihat terjadi di jalur one way dalam kawasan pasar yang sebelumnya dipenuhi payung dan lapak pedagang.
Kini, area tersebut telah kembali terbuka dan dapat difungsikan secara optimal untuk mendukung mobilitas pengunjung.
“Sekarang jalur sudah lebih lebar dan tertata. Payung-payung yang sebelumnya menghalangi jalan sudah tidak ada lagi,” tambahnya.
Ke depan, penertiban serupa juga akan diterapkan di sejumlah pasar lain di Kota Bengkulu.
Pemerintah berharap, kesadaran pedagang untuk mematuhi aturan dapat terus terjaga, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kepentingan umum.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), penertiban pedagang di kawasan Pasar Minggu dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif, yang kini mulai menunjukkan hasil positif.
Petugas menertibkan pedagang yang sebelumnya berjualan di Daerah Milik Jalan (DMJ), terutama di bahu jalan dan trotoar.
Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar pasar.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan kelanjutan dari masa toleransi yang telah diberikan sebelumnya.
“Selama satu bulan sebelum Lebaran, pedagang sudah kami beri kelonggaran untuk beradaptasi berjualan di dalam pasar. Setelah Lebaran, penataan kembali kami lakukan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menegaskan, penertiban akan terus dilakukan secara konsisten, terutama bagi pedagang yang masih nekat menggunakan trotoar dan badan jalan, karena dinilai mengganggu ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Disperdagrin Kota Bengkulu, Budiono Hendra Sakti, menyebut pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan penertiban kali ini.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Kami tidak melakukan pengangkutan barang. Pedagang dengan kesadaran sendiri menertibkan lapaknya,” jelasnya.
Perubahan paling terlihat terjadi di jalur one way dalam kawasan pasar yang sebelumnya dipenuhi payung dan lapak pedagang.
Kini, area tersebut telah kembali terbuka dan dapat difungsikan secara optimal untuk mendukung mobilitas pengunjung.
“Sekarang jalur sudah lebih lebar dan tertata. Payung-payung yang sebelumnya menghalangi jalan sudah tidak ada lagi,” tambahnya.
Ke depan, penertiban serupa juga akan diterapkan di sejumlah pasar lain di Kota Bengkulu.
Pemerintah berharap, kesadaran pedagang untuk mematuhi aturan dapat terus terjaga, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kepentingan umum.(damar)

















