REALTIAPOST.COM, BENGKULU – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu menggelar pelatihan intensif bertajuk implementasi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning, AI Ready Asean bagi mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Bengkulu.
Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi digital yang diakui secara global melalui sertifikasi internasional.
Dalam sesi yang berlangsung online tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Bengkulu, Dr Gushevinalti, MSi menekankan bahwa penguasaan AI saat ini menjadi instrumen krusial dalam dunia akademik dan profesional.
Peserta diwajibkan menyelesaikan modul dalam Learning Management System (LMS) untuk mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah dalam kurikulum vitae (CV).
Investasi Masa Depan Akademik
Gushevinalti menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berskala internasional ini merupakan dukungan nyata bagi akreditasi jurusan maupun program studi.
“Kami berharap kompetensi yang didapat tidak berhenti di sini, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia akademik. Sertifikat internasional ini adalah portofolio berharga yang membuktikan mahasiswa kita telah terlibat dalam kegiatan digital global,” pungkasnya.
Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNIB, Prof Dr Evi Maryanti MSI, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Mafindo yang telah memfasilitasi mahasiswa dan tenaga pendidik dengan pelatihan AI.
Menurutnya, pemahaman AI sangat krusial bagi dunia pendidikan tinggi saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas undangan dan fasilitas pelatihan AI ini bagi Jurusan Kimia. Sebagai pendidik, kami merasa perlu memahami hal-hal teknis terkait AI agar dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan secara tepat dalam proses pembelajaran,” ujar Evi Maryanti dalam sambutannya, Selasa (31/3/2026).
Transformasi Karir di Era Kecerdasan Buatan
Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber ahli yang mengupas AI dari berbagai sudut pandang.
Trainer Mika Oktarina membuka sesi dengan membedah sejarah dan konsep dasar AI, disusul Trainer Rafinita Aditia yang memberikan teknik praktis mengenai Prompt Engineering agar penggunaan AI menjadi lebih optimal dan akurat.
Dari sisi profesional, Trainer Muhammad Krisno menyoroti dampak masif AI terhadap dunia kerja. Menurutnya, AI tidak hanya mengubah efisiensi tugas rutin, tetapi juga melahirkan peluang karir baru seperti Content Creator berbasis AI dan Prompt Engineer.
“Penerapan AI membentuk peluang karir baru. Pengambilan keputusan menjadi lebih tajam, serta efisiensi di tempat kerja meningkat pesat. Namun, produktivitas ini harus tetap berjalan beriringan dengan etika digital,” ujar Krisno.
Keamanan Data dan Praktik Langsung
Tidak hanya soal kecanggihan teknologi, aspek perlindungan data juga menjadi sorotan utama. Trainer Dani Fazli mengingatkan peserta tentang pentingnya privasi data, verifikasi dua faktor, hingga penggunaan kata sandi yang kuat di tengah masifnya penggunaan alat-alat berbasis AI.
Uniknya, peserta juga diajak melakukan praktik langsung melalui platform code.org. Melalui simulasi permainan identifikasi ekosistem laut, peserta belajar bagaimana algoritma Machine Learning bekerja dalam mengklasifikasi data dan mengenali pola secara spesifik.
Literasi Tanpa Batas Ruang
Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Bengkulu, Gushevinalti, menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi telah menghapus sekat geografis.
Acara yang dipandu oleh Lizaida Jannah moderator dari Jakarta dan diikuti oleh 242 peserta di Bengkulu ini menunjukkan bahwa diskusi tingkat tinggi kini bisa dilakukan dari mana saja.
“Inilah momen kita di era sekarang. Kita bisa berada di mana pun namun tetap bisa belajar bersama. Kami mengapresiasi Jurusan Kimia FMIPA UNIB yang bersedia menjadi mitra strategis dalam menyelenggarakan literasi digital berbasis AI ini,” ungkap Gushevinalti.
Target 50 Ribu Penerima Manfaat
Presedium Mafindo Septiaji Eko Nugroho,
menjelaskan kerjasama ini merupakan bagian dari program nasional “Already” yang menargetkan 50.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program ini diinisiasi oleh konsorsium besar yang terdiri dari Mafindo, Ruangguru, dan lembaga mitra lainnya guna memastikan masyarakat Indonesia siap menghadapi disrupsi teknologi.
Lebih lanjut, Septiaji menjelaskan bahwa kegiatan di Bengkulu ini merupakan rangkaian ke-5 dari serangkaian pelatihan yang dikawal oleh Mafindo.
Program ini tidak hanya mengejar kuantitas peserta, tetapi juga kualitas kompetensi yang dapat dibuktikan melalui portofolio digital.
Melalui program Already, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mampu menguasai etika dan teknis penggunaan AI untuk mendukung riset serta karier profesional mereka di masa depan.

















