Bengkulu, Realitapost.com — Anggota DPRD Kota Bengkulu, Repelita Fithri, S.E., menggelar kegiatan reses untuk menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah persoalan mendasar kembali mencuat, terutama mengenai kondisi jalan, drainase, sampah, serta masalah kesehatan masyarakat.
Dalam dialog bersama warga, Repelita menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu yang paling banyak di keluhkan masyarakat. Sehingga perlu ada upaya bersama semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan.
Disisi lain, banyak wilayah di Kota Bengkulu, khususnya daerah yang ia kunjungi, kerap mengalami banjir ketika hujan turun. Hal ini disebabkan oleh saluran air yang tidak berfungsi optimal.
“Drainase di kawasan ini memang sudah sangat mendesak untuk diperbaiki. Tahun ini programnya tidak terlaksana, sehingga harus kembali kami kawal pada penyusunan anggaran tahun depan,” ujarnya, di kediaman Bapak Satarman, Kecamatan Sidomulyo, Kota Bengkulu, Sabtu sore (06/12/2025).
Ia menambahkan bahwa sering terjadi ketidaksinkronan antarinstansi, sehingga program yang sudah diinput pada beberapa bagian tidak juga direalisasikan.
Selain drainase, warga juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat yang dinilai perlu perhatian lebih serius. Repelita berharap berbagai masalah kesehatan, terutama yang dialami masyarakat usia muda, dapat dicegah sejak dini melalui edukasi dan peningkatan fasilitas layanan kesehatan.
Masalah pengelolaan sampah juga menjadi pembahasan penting. Menurut Repelita, armada pengangkut sampah yang digunakan saat ini sebagian besar sudah berusia tua, sehingga operasionalnya tidak lagi optimal.
“Mobil-mobil pengangkut sampah sudah banyak yang tua, operasionalnya sulit, sementara lahan pembuangan juga semakin sempit. Ini harus benar-benar dibahas dalam anggaran,” jelasnya.
Ia menilai bahwa penambahan lahan pembuangan bukanlah solusi utama. Justru, menurutnya, sampah harus diberdayakan.
“Sampah seharusnya dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman. Namun hal ini memerlukan peran aktif dari RT, RW, dan masyarakat,” tegasnya.
Repelita memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti dan dibahas dalam proses penganggaran. Ia menegaskan bahwa kendala utama yang selama ini muncul dalam realisasi program tetap berkaitan dengan keterbatasan anggaran. Karena itu, ia berkomitmen memperjuangkan agar program prioritas dapat masuk kembali dan dioptimalkan pada tahun anggaran mendatang. (Damar)
