berita realitapost

Terima Keluhan Rencana Relokasi, Komisi II DPRD Kota Bengkulu Sidak Warga Auning Pantai Tengah Padang

banner 120x600
REALITAPOST.COM , KOTA BENGKULU – Jajaran Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan kunjungan lapangan untuk menemui belasan Kepala Keluarga (KK) yang menempati bangunan auning (lapak) milik Pemerintah Kota di kawasan pantai Kelurahan Tengah Padang, Selasa siang (6/1/2026).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Rodi, S.Kom, MM, bersama anggota komisi lainnya yakni Irman Sawiran, Dr. Desy Maryani, SH, MH, Repelita, Edi Hariyanto, dan Asman.
Kedatangan para wakil rakyat ini disambut keluh kesah warga yang merasa resah dengan rencana pengosongan bangunan tersebut. Siska, salah satu warga setempat, mengaku sangat khawatir karena auning tersebut merupakan satu-satunya tempat tinggal sekaligus tempatnya mencari nafkah sehari-hari.
“Kami sudah menerima surat dari pihak kelurahan yang isinya meminta bangunan ini dikosongkan. Kami merasa susah dan bingung harus pindah ke mana, karena di sinilah kami tinggal dan berjualan. Kami berharap pemerintah memberikan solusi, bukan sekadar pengosongan,” ungkap Siska di hadapan para anggota dewan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Dr. Desy Maryani, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat persoalan sosial ini. Ia menyatakan akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang adil.
“Kami akan segera menindaklanjuti persoalan ini dengan menggelar hearing (rapat dengar pendapat). Kami akan panggil Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan Disperindag Kota Bengkulu untuk membahas status lahan dan rencana relokasi ini agar ada solusi yang tidak merugikan rakyat kecil,” tegas Desy.
Senada dengan itu, Ketua Komisi II Rodi, S.Kom, MM, menyatakan bahwa meskipun penataan aset pemerintah penting dilakukan, namun aspek kemanusiaan dan ekonomi masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama.
“Dewan hadir untuk memastikan kebijakan pemerintah tetap pro-rakyat. Hasil dari kunjungan hari ini akan kami bawa ke meja rapat agar ada titik temu antara penataan kota dan keberlangsungan hidup warga yang terdampak,” pungkas Rodi.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan kondisi fisik bangunan auning serta pendataan jumlah warga yang terancam kehilangan tempat tinggal akibat kebijakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *