berita realitapost

Atasi Penumpukan Sampah, Komisi II DPRD Kota Bengkulu Sidak TPA Air Sebakul

banner 120x600

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Jajaran Komisi II DPRD Kota Bengkulu melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul pada Rabu siang (7/1/2026). Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Rodi, S.Kom, MM, bersama anggota komisi lainnya yakni Dr. Desy Maryani, Irman Sasaran, dan Edi Hariyanto, dengan didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu.

Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi terkini pengelolaan sampah di Ibu Kota Provinsi Bengkulu tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah kian mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto, menekankan pentingnya optimalisasi TPSP agar volume sampah ke TPA bisa ditekan maksimal

Solusi TPST Lebih Efektif Dibanding Perluasan Lahan TPA

Anggota Komisi II, Edi Hariyanto, menegaskan bahwa penumpukan sampah di dalam TPA harus segera dicarikan solusi jangka panjang. Ia menyoroti rencana Pemerintah Daerah terkait pembelian lahan untuk perluasan TPA yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi terkini.

“Rencana pembelian lahan untuk perluasan lokasi TPA itu secara aturan tidak diperbolehkan. Yang diperbolehkan adalah pembelian lahan untuk Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST),” tegas Edi kepada wartawan di lokasi TPA.

Menurut Edi, melalui sistem TPST, sampah akan dipilah terlebih dahulu sehingga hanya sampah residu dengan volume kecil yang berakhir di TPA. “Jika sistem TPST ini dijalankan, kita bisa menghemat hingga 80 persen dari volume sampah yang selama ini dikelola di TPA,” tambahnya.

Data Produksi Sampah Kota Bengkulu

Urgensi peralihan ke sistem TPST ini didasarkan pada data produksi sampah harian. Diketahui, rata-rata setiap individu di Kota Bengkulu menghasilkan sampah sebesar 0,7 kg per hari. Dengan total jumlah penduduk yang ada, volume sampah yang masuk ke TPA setiap harinya sangat besar dan jika terus dibiarkan tanpa pengelolaan terpadu, lahan yang ada tidak akan pernah cukup.

Perbaikan Akses Jalan

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S.Kom, MM, menyatakan bahwa selain masalah pengelolaan sampah, pihaknya juga menyoroti infrastruktur pendukung di lokasi TPA. Ia berkomitmen untuk segera mencarikan solusi agar akses jalan masuk ke lokasi pembuangan sampah bisa lebih lancar guna mendukung mobilitas armada pengangkut sampah.

Hasil dari sidak ini nantinya akan dibawa ke meja rapat untuk dibahas secara komprehensif bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu. Dewan berharap ada langkah konkret dalam penganggaran dan kebijakan agar krisis sampah di Kota Bengkulu dapat teratasi secara berkelanjutan di tahun 2026 ini.(damar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *