REALITAPOST.COM, BENGKULU – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bengkulu, Fenty Wisnuwardhani, mulai menyiapkan langkah besar dalam membangun prestasi olahraga Kota Bengkulu untuk lima tahun ke depan.
Usai terpilih melalui Musyawarah Kota (Muskot), Fenty bersama jajaran pengurus langsung menyusun program kerja jangka panjang. Fokus utama pada tahap awal kepengurusannya adalah melakukan pembenahan organisasi, administrasi, serta pendataan kembali seluruh cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Kota Bengkulu.
“Alhamdulillah, kemarin kita sudah melaksanakan Muskot dan saya terpilih menjadi Ketua KONI Kota Bengkulu. Bersama pengurus, sekarang kami mulai merencanakan kegiatan-kegiatan untuk jangka panjang selama lima tahun ke depan,” ujar Fenty.
Menurutnya, pembenahan internal menjadi langkah penting sebelum KONI Kota Bengkulu berbicara lebih jauh mengenai target prestasi. Seluruh cabang olahraga akan kembali didata untuk mengetahui mana yang masih aktif dan mana yang membutuhkan pembenahan kepengurusan.
Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 28 cabang olahraga yang aktif di Kota Bengkulu. Sementara secara keseluruhan, jumlah cabang olahraga yang terdata mencapai hampir 32 cabor.
“Kami sedang menata ulang semuanya. Cabang olahraga akan kami data kembali, mana yang aktif dan mana yang belum aktif. Kalau memang kepengurusannya tidak berjalan, tentu akan kita lakukan pembentukan kepengurusan baru,” katanya.
Fenty juga menyoroti kondisi sejumlah organisasi cabang olahraga yang dinilai belum ideal. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah struktur kepengurusan yang belum tertata secara profesional, bahkan terdapat pengurus yang merangkap berbagai posisi dalam satu organisasi.
“Ada beberapa yang ketuanya, sekretarisnya, bendaharanya bahkan anggotanya orang yang sama. Ini tentu harus kita tertibkan agar organisasi berjalan sehat dan pembinaan atlet bisa semakin kuat,” tegasnya.
Selain pembenahan organisasi, persoalan anggaran menjadi perhatian serius kepengurusan KONI Kota Bengkulu yang baru. Fenty mengungkapkan, kepengurusan sebelumnya belum memiliki dukungan anggaran yang memadai.
Saat ini, KONI Kota Bengkulu tengah mengajukan anggaran melalui APBD Perubahan. Usulan tersebut disampaikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bengkulu.
Anggaran yang diajukan diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,5 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung operasional organisasi, pembinaan atlet, pelaksanaan kegiatan olahraga hingga pemberian reward bagi atlet berprestasi.
“Kami sedang mengajukan anggaran. Estimasi usulan secara keseluruhan kurang lebih sekitar Rp1,5 miliar. Di dalamnya termasuk biaya operasional KONI, uang pembinaan atlet dan reward bagi atlet yang berhasil meraih medali,” jelasnya.
Salah satu agenda besar yang menjadi perhatian KONI Kota Bengkulu adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang direncanakan berlangsung pada Desember mendatang. Kota Bengkulu mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Fenty berharap usulan anggaran KONI dapat disetujui sehingga persiapan menghadapi Porprov dapat dilakukan secara maksimal.
“Yang sedang kami kejar sekarang adalah persiapan Porprov. Kota Bengkulu menjadi tuan rumah, sehingga tentu kita ingin mempersiapkan kontingen dengan baik,” ujarnya.
Jika dukungan anggaran dapat terpenuhi, KONI Kota Bengkulu optimistis mampu bersaing dalam perebutan gelar juara umum. Menurut Fenty, Kota Bengkulu sebenarnya memiliki banyak atlet potensial di berbagai cabang olahraga.
Namun, selama ini sejumlah atlet justru memilih memperkuat daerah lain karena mempertimbangkan pembinaan dan penghargaan yang lebih baik.
“Potensi atlet kita sebenarnya sangat banyak. Tetapi saat ini banyak atlet Kota Bengkulu yang diambil daerah lain. Salah satu faktor tentu karena pembinaan dan reward yang mereka dapatkan,” ungkapnya.
Untuk menghadapi Porprov, KONI Kota Bengkulu mulai memetakan cabang olahraga yang memiliki peluang besar menyumbangkan prestasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah cabang olahraga akuatik.
Fenty menyebut sejumlah atlet muda Kota Bengkulu telah menunjukkan perkembangan prestasi hingga tingkat nasional. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan Kota Bengkulu dalam menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Ke depan, KONI Kota Bengkulu juga akan fokus menghidupkan kembali aktivitas cabang olahraga serta memperkuat sistem pembinaan atlet. Menurut Fenty, salah satu kendala utama yang selama ini dihadapi adalah belum adanya dukungan uang pembinaan secara rutin bagi atlet.
Ia mencontohkan pembinaan yang dilakukan KONI Provinsi Bengkulu, di mana sejumlah atlet telah mendapatkan dukungan dana pembinaan setiap bulan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kendalanya saat ini banyak atlet yang membutuhkan dukungan untuk pembinaan. Uang pembinaan kepada atlet selama ini memang tidak dialokasikan,” pungkasnya.(Damar)

















