REALITAPOST.COM, BENGKULU – Di tengah gempuran aplikasi investasi ilegal dan jeratan pinjaman online (pinjol) yang kian meresahkan generasi muda, sebuah gerakan masif pecah di Bumi Rafflesia. Sebanyak 1.283 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu secara serentak “dipersenjatai” dengan literasi keuangan tingkat tinggi demi membentengi diri dari rayuan maut investasi bodong.
Aksi melek finansial skala raksasa ini dikemas dalam Program Insersi Pencegahan Investasi Bodong yang diinisiasi oleh Galeri Investasi Syariah (GIS) FEBI bersama MKWU Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Bertempat di Gedung Kuliah Terpadu pada Rabu (2/9/2026), ribuan mahasiswa tidak hanya sekadar duduk mendengar teori, tetapi langsung melakukan aksi nyata dengan membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) secara massal! Langkah agresif ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi zilenial Bengkulu siap bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pemilik modal (insider) di industri pasar modal Indonesia.
Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, dengan tegas mengingatkan bahwa ruang digital saat ini penuh dengan “jebakan batman” berupa investasi ilegal yang menjanjikan kaya mendadak.”Mahasiswa harus menjadi generasi yang cerdas dalam mengambil keputusan, termasuk dalam mengelola keuangan dan memilih investasi. Jangan mudah tergiur keuntungan cepat tanpa memahami risiko dan legalitasnya,” cetus Prof. Asnaini di hadapan ribuan mahasiswa yang antusias.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu, Marina Rasyada, turun gunung membedah anatomi Financial Planning and Capital Market. Dalam ulasannya yang tajam, Marina meminta mahasiswa membuang jauh-jauh mentalitas FOMO (Fear of Missing Out) atau sekadar ikut-ikutan tren tanpa analisis.”Yang paling krusial di bursa efek bukanlah besarnya modal awal, melainkan seberapa konsisten Anda melakukannya,” tegas Marina.
Ia juga menyentil fenomena miris anak muda zaman sekarang yang nekat menggunakan dana dari pinjaman daring (pinjol) demi berspekulasi di pasar saham. Marina menggarisbawahi tiga pilar utama membangun kekayaan (wealth creation) yang wajib dipahami mahasiswa: Pendapatan (Income), Menabung (Saving), dan Investasi (Investing). Bagi mahasiswa, imbal hasil investasi ini nantinya bisa diproyeksikan untuk biaya pendidikan tinggi hingga modal usaha pasca-kelulusan.
Bukan sekadar seminar biasa, para mahasiswa langsung dibimbing melakukan eksekusi pasar oleh Gallery Manager PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Ari Pratama. KISI memfasilitasi mahasiswa untuk langsung menembus ketatnya sistem administrasi pasar modal melalui pembukaan rekening secara daring (online opening account).
Mahasiswa diberikan kebebasan memilih instrumen yang sesuai dengan profil mereka, baik melalui rekening reguler maupun rekening syariah. Proses kilat mulai dari pengisian data identitas secara digital, verifikasi data, pemilihan bank RDN, hingga aktivasi akun dilakukan langsung di lokasi acara.
Melalui aktivasi RDN ini, ribuan mahasiswa baru tersebut kini resmi memiliki “dompet khusus” yang terintegrasi untuk bertransaksi saham maupun reksa dana secara legal di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
