JAKARTA, Realitapost.com — Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa (1/9/2026), yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Destry Damayanti terpilih melalui musyawarah mufakat di Komisi XI DPR RI setelah melewati uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada 26 Agustus 2026. Mengantongi rekam jejak lebih dari dua dekade di sektor finansial, ia menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada akhir Juli 2026.
Melalui penetapan ini, Destry mencetak sejarah baru sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi puncak definitif di bank sentral Indonesia. Stabilitas Moneter Menjadi Prioritas UtamaMenghadapi pelantikan resminya di Mahkamah Agung (MA) pada Rabu sore (2/9/2026), Destry menegaskan bahwa kebijakan bank sentral di bawah kepemimpinannya akan tetap berfokus pada menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dipandang krusial mengingat tingginya volatilitas ekonomi global saat ini.
*Stabilitas tetap menjadi prioritas kita. Karena kalau ekonomi kita stabil—nilai tukar stabil, inflasi stabil—tentu itu akan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk nanti ekonomi kita bisa tumbuh lagi,” ujar Destry seusai menghadiri rapat paripurna di Kompleks Parlemen.
Ia memastikan tidak akan melakukan perombakan radikal terhadap garis kebijakan (stance) yang telah berjalan baik di era sebelumnya, melainkan menyesuaikannya secara progresif dengan perkembangan zaman. Misi utama yang diusung meliputi :
– Penguatan bauran kebijakan moneter.
– Kebijakan makroprudensial yang progresif guna mendukung pertumbuhan.
– Percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
– Sinergi erat dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Sebagai langkah awal setelah mengambil sumpah jabatan, Destry menjadwalkan konsolidasi internal bersama seluruh jajaran Anggota Dewan Gubernur (ADG) BI. Fokus utamanya adalah melakukan pembagian bidang tugas kerja.
Dalam menakhodai BI, Destry didampingi oleh dua pejabat baru yang turut disahkan oleh DPR, yakni Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk masa jabatan yang sama. Jajaran ini diharapkan mampu berkolaborasi secara dinamis guna memitigasi risiko eksternal seperti konflik geopolitik dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Penunjukan Destry dinilai banyak pihak sebagai langkah berbasis kompetensi mengingat latar belakang akademis dan karier profesionalnya yang sangat komplet di sektor keuangan makro maupun mikro.
Riwayat Hidup & Karier Destry Damayanti
Pendidikan
– Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia
– Master of Science (MSc) di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, ASSektor Publik & Akademik
– Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia (2000–2003)
– Peneliti dan Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2005–2006)Korporasi & Pasar Modal
– Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011)
– Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015)
– Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014–2015)Regulator Keuangan
– Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) (2015–2019)
– Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (2019–2026)
Dengan pengalamannya selama hampir dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior BI, Destry dianggap memiliki pemahaman mendalam tentang anatomi kebijakan bank sentral. Pasar kini menanti implementasi bauran kebijakan dari nakhoda baru ini dalam menavigasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global
