REALITAPOST.COM, BENGKULU – Peristiwa pemagaran Kantor DPD Golkar Kota Bengkulu menarik perhatian serius dari Antonio Imanda.
Meski status kepengurusannya sedang dibekukan, Antonio merasa masih memiliki tanggung jawab moral karena persoalan ini masih dalam sengketa partai.
Ia merasa heran mengapa insiden ini bisa terjadi di bawah kepemimpinan sekarang.
Antonio bahkan menyentil Mardensi selaku ketua saat ini yang seharusnya paham sejarah aset partai karena sudah tiga periode duduk di DPRD.
“Jangan sampai kader lama yang tahu sejarah justru tersingkir, sehingga aset seperti kantor tidak terjaga,” tegasnya.
Antonio berharap Ketua Golkar Provinsi segera bertindak sebagai penengah agar konflik ini tidak berlarut-larut dan merugikan aset partai.
Antonio turut menyinggung pernyataan Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu, Mardensi, yang mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.
Menurut dia, Mardensi merupakan kader senior yang sudah lama berada di Golkar sehingga dinilai memahami sejarah dan status kantor partai itu.
“Beliau pernah menjadi bendahara Golkar Kota Bengkulu dan tiga periode menjadi anggota DPRD dari Golkar. Jadi saya kira beliau tahu sejarah kantor tersebut,” katanya.
Ia berharap konflik internal partai dapat diselesaikan secara solid tanpa mengesampingkan kader-kader lama yang dianggap memahami sejarah dan aset partai.
Antonio juga meminta DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu dapat berperan menyatukan seluruh kader di tengah dinamika internal yang terjadi saat ini.
“Ketua provinsi seharusnya bisa menyatukan kader. Jangan sampai kader-kader lama yang tahu sejarah partai justru tersingkir. Akibatnya aset-aset partai seperti kantor ini tidak bisa dijaga bersama,” ungkapnya.
Ia menilai minimnya kehadiran kader senior di kantor Golkar saat peristiwa pemagaran terjadi menjadi salah satu penyebab kurangnya pemahaman mengenai sejarah keberadaan aset partai tersebut.
Terkait munculnya asumsi liar yang mengaitkan pemagaran dengan Musda Golkar Kota Bengkulu, Antonio menegaskan tidak ada kader yang ingin merusak partainya sendiri.
“Apapun yang terjadi terhadap partai ini tentu membuat kami sedih. Tidak mungkin kader ingin merusak partainya sendiri. Justru kader ingin menolong dan menjaga partai,” tutupnya.