REALITAPOST.COM, BENGKULU — Enam tahun sudah gudang PT Indomarco Prismatama Bengkulu berdiri di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar. Namun hingga kini, warga sekitar justru merasa terpinggirkan. Peluang pekerjaan bongkar muat barang di gudang raksasa tersebut tak pernah sekalipun menyentuh warga Betungan. Yang mendapat jatah justru warga dari luar kelurahan.
Ketidakadilan ini akhirnya memuncak. Perwakilan warga Megi Widodo Komaruddin secara terbuka menuntut manajemen Indomarco Bengkulu segera memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk mengelola langsung pekerjaan bongkar muat.”Selama 6 tahun sejak perusahaan gudang Indomarco berdiri, warga sekitar tidak pernah diberikan kesempatan mengelola. Justru warga luar Kelurahan Betungan yang selalu mendapatkan peluang tersebut,” tegas Megi.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Betungan Nanto juga telah ikut angkat bicara. Ia menyarankan agar pihak Indomarco memberi kesempatan warga sekitar untuk terlibat.Menurut Nanto, jika kerjasama disepakati, perusahaan bisa langsung menilai sendiri bagaimana kualitas dan kinerja warga Betungan.
“Justru kalau tidak pernah diberikan kesempatan sama sekali warga sekitar mengelola kegiatan bongkar muat tersebut maka mana tahu apakah kinerja mereka baik atau tidak. Tapi bila dikasih kesempatan, pihak Indomarco bisa membandingkan pihak mana yang sesuai dengan SOP mereka,” ujar Nanto.
Ia menegaskan, keberadaan perusahaan besar di wilayahnya harus memberikan dampak nyata. Minimal membuka akses kerja bagi warga yang rumahnya tepat berada di depan gudang.
Warga menilai sudah saatnya Indomarco menunjukkan komitmen terhadap lingkungan sekitar. Bukan hanya menempati lahan di Betungan, tapi juga memberdayakan SDM lokal.
Melalui tuntutan ini, warga berharap manajemen Indomarco Bengkulu segera duduk bersama dan membuka ruang dialog. Tujuannya satu: memberikan kesempatan kerja bongkar muat kepada putra-putri Betungan.
“Kalau memang tidak mampu, buktikan dulu. Jangan langsung menutup pintu,” pungkas Megi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Indomarco Bengkulu belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga.
