berita realitapost

Lewat Program CSR TBIG, Layanan Kesehatan Gratis Jangkau Daerah Terpencil hingga Pulau Terluar

banner 120x600

REALITAPOST.COM JAYAPURA – Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di bidang kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan.

Salah satu tenaga kesehatan yang terlibat dalam program tersebut adalah Siti Nur Chalifah, lulusan S1 Farmasi Universitas Cenderawasih tahun 2022. Saat ini ia bertugas di Apotek Cahaya setelah sebelumnya bekerja di Klinik Semar Sehat Amadi.

Siti mengungkapkan dirinya telah bergabung dalam tim pelayanan kesehatan CSR TBIG selama kurang lebih dua tahun. Selama mengikuti berbagai kegiatan, ia merasakan banyak pengalaman berharga sekaligus tantangan yang tidak ringan.

“Beberapa lokasi pelayanan mengharuskan kami menyeberangi pulau, bahkan ada wilayah dengan akses yang sangat jauh dan medan yang terjal. Sebelum turun ke lapangan, tim selalu melakukan survei terlebih dahulu agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dan layanan yang diberikan benar-benar sesuai,” ujarnya saat dihubungi media ini melalui kontak whatsapp, Jumat sore (26/6/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis sangat tinggi. Program tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.

Selain memberikan pengobatan, tim kesehatan juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat. Namun demikian, ia menilai tingkat pemahaman kesehatan masyarakat di sejumlah daerah masih tergolong rendah, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi.

Siti berharap program CSR kesehatan TBIG dapat terus berlanjut karena masyarakat di berbagai daerah selalu menanyakan kapan pelayanan kesehatan gratis kembali dilaksanakan.

Ia juga menyarankan agar bantuan obat-obatan yang diberikan tidak hanya berfokus pada obat metabolik, tetapi disesuaikan dengan karakteristik penyakit yang banyak ditemukan di daerah tujuan.

“Di beberapa wilayah masih menjadi daerah endemik malaria. Ke depan, alangkah baiknya jika obat-obatan yang dibawa juga disesuaikan dengan kebutuhan penyakit yang paling banyak diderita masyarakat setempat,” katanya.

Ia menambahkan, untuk wilayah Jayapura sendiri fasilitas kesehatan sebenarnya sudah cukup memadai. Tantangan terbesar justru berada di daerah-daerah pelosok yang memiliki akses transportasi sulit.

Sementara itu, Direktur Filantra, Asep Nurdin, mengatakan program CSR TBIG dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

Menurutnya, di sejumlah wilayah seperti Sabang hingga Papua masih ditemukan masyarakat yang belum memahami pola hidup sehat, bahkan untuk hal sederhana seperti cara menyikat gigi yang benar.

“Program CSR TBIG tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan, tetapi juga mengedepankan keseimbangan antara People, Planet, Productivity, dan Profit. Perusahaan telah menjalankan tanggung jawab sosial secara berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Asep.

Ia mengungkapkan, tingginya manfaat program tersebut terlihat dari antusiasme pemerintah daerah. Bahkan sejumlah kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, meminta agar kegiatan serupa dapat diperbanyak.

“Sebetulnya tindak lanjut program seperti ini menjadi bagian dari pemerintah daerah. Namun karena keterbatasan anggaran, mereka berharap kegiatan CSR TBIG bisa terus berlanjut. Mereka sangat senang dengan program yang dijalankan,” katanya.

Di sisi lain, Head of CSR Department TBIG, Arief Wibisono, menegaskan seluruh pelaksanaan program kesehatan dilakukan melalui proses pemetaan yang matang.

Menurutnya, perusahaan tidak menentukan lokasi kegiatan secara sembarangan hanya karena berdekatan dengan menara telekomunikasi atau kantor regional perusahaan.

“Seluruh lokasi dipilih berdasarkan social mapping dan beneficiaries mapping yang dilakukan secara hati-hati oleh tim internal bersama mitra pelaksana. Dengan pendekatan tersebut, program yang dijalankan mampu menciptakan shared value dan memberikan manfaat yang lebih holistik bagi masyarakat,” ujar Arief.

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat tersebut, program CSR kesehatan TBIG diharapkan terus menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, kepulauan, dan daerah dengan akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *