REALITAPOST.COM, BENGKULU – Kondisi memprihatinkan menyelimuti salah satu sekolah swasta bersejarah di Kota Bengkulu, SMA Pembangunan. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Tarbiyah ini kini berada di ambang kehancuran akibat drastisnya penurunan jumlah siswa baru setiap tahunnya.
Pantauan di lokasi pada Januari 2026, wajah sekolah yang dulu ramai dengan hiruk-pikuk siswa kini tampak kusam dan tak terawat. Halaman sekolah yang dulunya menjadi pusat aktivitas siswa, kini tertutup oleh rumput liar yang sudah meninggi. Dinding bangunan yang mulai mengelupas seolah menjadi saksi bisu redupnya kejayaan institusi pendidikan ini.
Pernah Menjadi Sekolah Alternatif Utama
Nostalgia masyarakat Bengkulu mencatat SMA Pembangunan sebagai “penyelamat” bagi para lulusan SMP. Di masa jayanya, sekolah ini menjadi pilihan utama bagi siswa yang tidak terjaring dalam seleksi masuk sekolah negeri. Meskipun sempat mendapat cap sebagai “sekolah pelarian”, kualitas lulusannya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Banyak alumni SMA Pembangunan yang kini telah sukses meniti karier di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, kepolisian, hingga pengusaha. Hal ini membuktikan bahwa sekolah ini pernah memiliki sistem pendidikan yang kompetitif dan mampu mencetak sumber daya manusia unggul.
Faktor Penyebab Terpuruk
Sepinya peminat di sekolah swasta seperti SMA Pembangunan diduga kuat akibat kebijakan zonasi sekolah negeri yang terus mengalami penyesuaian, serta menjamurnya sekolah swasta baru dengan fasilitas yang lebih modern. Kurangnya regenerasi dan keterbatasan anggaran untuk renovasi membuat sekolah ini semakin sulit bersaing.
“Sangat disayangkan melihat kondisi sekarang. Dulu sekolah ini sangat hidup. Kalau tidak ada langkah konkret dari pihak yayasan atau perhatian dari pemerintah daerah, kemungkinan besar sekolah ini tinggal sejarah,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, pihak Yayasan Tarbiyah belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penyelamatan sekolah. Namun, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya inovasi atau bantuan, gerbang SMA Pembangunan terancam akan tertutup permanen, menyisakan kenangan bagi ribuan alumninya.

















