REALITAPOST.COM, BENGKULU – Perwakilan Himpunan Pedagang Belungguk Poin menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu pada Rabu pagi (14/1/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan kawasan kuliner tersebut serta mencari solusi atas sejumlah tantangan operasional di lapangan.
Ketua Pedagang Kawasan Belungguk Poin, Frans L. Julai Simanjuntak, memaparkan hasil survei lapangan yang menunjukkan tren positif. Menurutnya, terjadi peningkatan omzet yang signifikan bagi para pedagang sejak berjualan di kawasan tersebut.
“Sebagai contoh, penjual minuman yang biasanya hanya laku 100 cup, kini meningkat dua kali lipat menjadi 200 cup setiap malam puncak Car Free Night (CFN). Ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar di Belungguk Poin,” ujar Frans.
Meski demikian, Frans mengakui masih ada tantangan besar bagi pengurus, terutama dalam menyatukan persepsi dan komitmen para pedagang agar patuh pada aturan Dinas Koperasi. Ia menyoroti masih adanya pedagang yang kerap berpindah-pindah titik lokasi dari yang telah ditentukan, serta maraknya pedagang ilegal yang belum terdaftar.
“Kami menyarankan para pedagang ilegal ini segera mendaftarkan diri ke dinas terkait. Selain itu, kami juga meminta Dinas Koperasi untuk menyurati pimpinan perkantoran di sekitar kawasan agar memberikan akses parkir bagi pengunjung di dalam area kantor guna mengurai kepadatan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Nelawati, yang didampingi Kabid UMKM, Leni, menjelaskan bahwa saat ini tercatat ada 160 pedagang yang aktif di Belungguk Poin. Komposisi pedagang terdiri dari unit foodcar, motor food, hingga pedagang yang menggunakan tenda.
“Terkait operasional, setiap pedagang dibebankan retribusi kebersihan sebesar Rp 2.000 per hari. Untuk kebutuhan listrik, pedagang menggunakan sistem token yang diatur secara mandiri. Kami juga mewajibkan pedagang memiliki sistem pembayaran QRIS karena kawasan ini diproyeksikan menjadi Kampung Digital,” jelas Melawati.
Lebih lanjut, Melawati menekankan bahwa penataan Belungguk Poin merupakan langkah awal dari rencana besar Pemkot Bengkulu. Jika kawasan ini sudah tertata rapi dan optimal, pemerintah akan melanjutkan penataan ke kawasan Smart City Suprapto dan pedagang di Jalan KZ Abidin yang akan terintegrasi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi Kota Bengkulu, saat ini terdapat total 4.700-an pelaku UMKM yang terdata dan berada di bawah binaan dinas. Bagi pedagang baru yang ingin bergabung di Belungguk Poin, Dinas Koperasi menegaskan adanya kriteria ketat yang harus dipenuhi guna menjaga ketertiban dan kualitas kawasan wisata kuliner kebanggaan warga Bengkulu tersebut. (Damar)

















