BENGKULU, REALITAPOST.COM — Pemerintah Kota Bengkulu mulai mematangkan langkah strategis dalam merehabilitasi Mess Pemda yang sebelumnya milik Provinsi Bengkulu menjadi pusat perkantoran walikota Bengkulu yang lebih representatif dan fungsional.
Proyek dengan estimasi anggaran sekitar Rp14 miliar ini kini memasuki tahap pengkajian ulang. Konsep rehabilitasi akan dilakukan melalui sistem bongkar pasang, memanfaatkan material yang masih layak guna, sekaligus merombak total struktur ruang agar sesuai kebutuhan perkantoran modern.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, menjelaskan bahwa proses penataan ulang difokuskan pada efisiensi ruang dan fungsi pelayanan.
“Saat ini kita masih dalam tahap review atau pengkajian ulang terhadap kondisi Mess Pemda. Waktu kita memang tersisa sekitar tujuh bulan, sehingga perencanaan harus benar-benar matang agar pengerjaan bisa tepat waktu,” ujar Noprisman, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menegaskan, perubahan terbesar akan terjadi pada struktur ruangan, khususnya kamar-kamar yang selama ini digunakan sebagai tempat menginap.
“Konsepnya bukan membangun dari nol, tapi memaksimalkan yang sudah ada. Dinding kamar akan kita bongkar untuk diubah menjadi ruang-ruang kantor yang lebih terbuka, efektif, dan fungsional,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada tata ruang, fasilitas penunjang seperti lift juga menjadi perhatian serius dalam proyek ini. Lift yang sebelumnya tidak aktif akan dihidupkan kembali guna menunjang mobilitas pegawai.
“Lift akan kita aktifkan kembali, tapi tentu harus dibarengi dengan perawatan rutin. Minimal setiap tiga bulan dilakukan pengecekan agar dinamo tetap optimal dan kabel sling tidak mengalami korosi,” tegasnya.
Dengan nilai investasi yang tidak sedikit, Pemkot Bengkulu berharap proyek ini mampu menjadi solusi keterbatasan ruang kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Total anggaran yang kita anggarkan sekitar Rp 14 miliar. Harapannya, setelah selesai nanti, gedung ini bisa menjadi pusat perkantoran yang representatif dan mendukung kinerja ASN secara maksimal,” tutupnya.

















