REALITAPOST.COM, BENGKULU – Bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI resmi mengerucut pada satu nama. Hingga batas akhir pendaftaran ditutup, hanya Mardensi yang secara resmi mendaftarkan diri dan mengembalikan berkas kepada panitia Steering Committee (SC).
Ketua SC Musda ke-XI DPD Golkar Kota Bengkulu, Ahmad Jaingat Sijabar, menjelaskan bahwa masa pendaftaran telah dibuka sejak Jumat (24/4/2026) pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
“Hingga pukul 17.00 WIB, hanya satu bakal calon yang resmi mendaftar dan mengembalikan berkas, yakni Ibu Mardensi. Beliau hadir sekitar pukul 15.00 WIB dengan didampingi oleh beberapa
Pimpinan Kecamatan (PK),” ungkap Ahmad Jaingat saat dikonfirmasi pada Jumat malam.
Musda Digelar Sabtu Siang
Sesuai jadwal, pelaksanaan Musda DPD Golkar Kota Bengkulu akan diselenggarakan pada Sabtu siang (25/4/2026). Acara tersebut rencananya akan dibuka secara resmi oleh Ketua Harian DPD Golkar Provinsi Bengkulu, Tomi Edison, didampingi Sekretaris Yudi Harzan, Bendahara, serta jajaran pengurus lainnya.
Selain internal partai, panitia juga turut mengundang elemen pemerintahan dan lintas partai, di antaranya Walikota Bengkulu, jajaran Forkopimda, serta para Ketua Partai Politik tingkat Kota Bengkulu.
Perubahan Struktur Pimpinan Golkar Tingkat Kecamatan
Di sisi lain, dinamika organisasi juga terjadi di tingkat akar rumput. Terungkap adanya perubahan struktur kepengurusan pada enam Pimpinan Kecamatan (PK), yakni PK Muara Bangkahulu, Ratu Samban, Ratu Agung, Sungai Serut, Singgaran Pati, dan Selebar.
Ahmad Jaingat menjelaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan karena beberapa alasan prinsipil. “Perubahan enam PK tersebut dikarenakan kepengurusan sebelumnya bukan hasil Muscam (Musyawarah Kecamatan) dan masa berlaku SK kepengurusannya memang sudah berakhir pada tahun 2025 lalu,” tegasnya.
Sementara itu, tiga posisi Pimpinan Kecamatan lainnya dipastikan tetap dan tidak mengalami perubahan, yakni PK Teluk Segara, PK Gading Cempaka, dan PK Kampung Melayu.
Dengan munculnya calon tunggal, Musda ke-XI ini diprediksi akan berjalan dengan suasana musyawarah mufakat untuk menentukan nakhoda baru Golkar Kota Bengkulu periode mendatang.

















