berita realitapost

Aksi GEMPAR Pantai Zakat, Sampah Tusuk Sate Jadi Sorotan Wawali dan Kapolda

banner 120x600

BENGKULU, REALITAPOST.COM — Wakil Walikota Bengkulu Ronny Tobing terlihat kompak bersama Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, dalam melaksanakan kegiatan gotong royong bertajuk Gerakan Membersihkan Pantai Ramai-Ramai (GEMPAR) di kawasan Pantai Zakat, Selasa pagi (31/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, pemerintah kota, hingga masyarakat dan para driver ojek online, serta Kapolresta Bengkulu Rahmad Hidayat, serta unsur TNI dan pemangku kepentingan lainnya.

Ada hal yang menyita perhatian Wawali Ronny dan Kapolda dalam kegiatan GEMPAR tersebut. Dimana keberadaan sampah tusuk sate banyak berseliweran dilokasi wisata pantai Zakat yang bisa membahayakan pengunjung yang datang, khususnya bagi anak-anak yang bermain disekitar lokasi wisata.

Wawali Ronny mengimbau kepada pedagang untuk dapat menjaga kebersihan lokasi berjualannya baik sampah plastik dan sampah tusuk sate atau bakso tusuk.

“Jadi saya minta kepada pihak pengelola dan pedagang yang menggunakan tusuk sate atau bakso tusuk dapat menjaga kebersihan di sekitar lokasi. Bila perlu setelah berjualan dapat menyisir kembali lokasi untuk memungut limbah tusuk sate yang mereka jual. Pembeli juga kita harapkan dukungan dan kesadarannya dalam membuang sampah tusuk sate ke tempat sampah yang telah disediakan,” tegas Wawali Ronny.

Sebelumnya, Kapolda Bengkulu Mardiyono, terlihat kaget dengan temuan sampah tusuk sate atau lidik bekas bakso tusuk yang banyak berseliweran dilokasi kebersihan para rombongan yang ikut dalam kegiatan GEMPAR.

Selain Kapolda, Kapolresta Kombes Pol Rahmat Hidayat, juga mengimbau kepada masyarakat dan khususnya pedagang yang menggunakan bahan dari lidi tusuk sate atau bakso untuk bisa menjaga kebersihan lokasi wisata bebas dari sampah. Karena keberadaan sampah tersebut bisa membahayakan pengunjung khususnya bagi anak-anak.

“Kalau kita amati khususnya anak-anak yang main di pantai ini banyak yang tidak menggunakan sandal sehingga potensi ketusuk lidi tusuk sate sangat membahayakan sekali. Apalagi bila posisi lidinya tegak wah bisae lukai orang,” tegas Kapolresta.

Pernyataan serupa dilontarkan Plt Kadis Pariwisata Kota Nina Nurdin, yang mengaku khawatir banyaknya sampah bakso tusuk di sekeliling kawasan wisata pantai zakat.

“Karena ujung bekas bakso tusuk ini sangat runcing sehingga bila tergeletak pada posisi tegak dan tak sengaja ke injak pengunjung wisata bisa membahayakan sekali. Makanya kita imbau pedagang yang berjualan bakso tusuk dapat menjaga kebersihan, baik dari sampah plastik dan sampah lidi bekas bakso tusuknya,” singkat Nina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *