REALITAPOST.COM, BENGKULU – Puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Perjuangan Pemuda Bengkulu (GPPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota dan Gedung DPRD Kota Bengkulu pada Senin pagi (4/5/2026).
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu.Dalam orasinya, Rio, salah satu orator aksi, menyuarakan jeritan hati para juru parkir (jukir) yang merasa terus-menerus disalahkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu.
Ia mencontohkan soal atribut parkir yang kerap menjadi bahan protes masyarakat, padahal hal tersebut sudah diatur dalam poin perjanjian.
“Juru parkir selalu disalahkan, padahal kami sudah menyetorkan uang parkir ke Dispenda. Kami mempertanyakan ke mana dan bagaimana pengelolaan uang yang sudah kami setor tersebut,” teriak Rio di tengah massa aksi.
GPPB juga menuntut agar Kasubid Penataan dan Penilaian Bapenda Kota Bengkulu, Indra Gunawan, segera diberhentikan dari jabatannya karena dinilai telah membuat kegaduhan. Rio menegaskan bahwa nasib jukir harus diperhatikan secara manusiawi.
“Tukang parkir harus diperhatikan, jangan dibiarkan seperti pelacur. Ada titik parkir yang dipindahkan secara sepihak, bahkan dipindahtangankan tanpa koordinasi. Kami minta pengelolaan parkir dikembalikan ke Dishub Kota Bengkulu karena di Zona 6 sering terjadi keributan antar juru parkir,” tambahnya.
Senada dengan itu, perwakilan GPPB lainnya, Andes Hutabarat, menyoroti adanya kejanggalan administratif. Ia mengungkapkan temuan terkait terbitnya dua Surat Perintah Tugas (SPT) dalam kurun waktu hanya satu bulan, yang dinilai memicu kebingungan di lapangan.
Diterima Pimpinan DPRD dan Pemkot
Usai berorasi, perwakilan massa GPPB langsung diterima untuk melakukan audiensi di ruang rapat DPRD Kota Bengkulu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Rahmat Widodo, Ketua Komisi III Marliadi, serta anggota DPRD Erni Novita dan Dediyanto.
Dari pihak eksekutif, hadir mendampingi Plt Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Kepala Bapenda Noni Yulisti, Kasatpol PP Sahat Situmorang, serta para Asisten Setda Kota Bengkulu, yakni (Asisten I), Alex (Asisten II), Toni Alfian dan (Asisten III) Sehmi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak DPRD dan Pemkot Bengkulu menampung seluruh aspirasi massa dan berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terkait regulasi serta teknis pengelolaan parkir di Kota Bengkulu guna menghindari konflik horizontal antar warga dan petugas di lapangan

















