REALITAPOST, REJANG LEBONG — Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Bengkulu bersama PT Pos Indonesia resmi meluncurkan pilot project Mitra Layanan Bank Indonesia (MILA) Provinsi Bengkulu serta Digitalisasi Layanan Pajak Aman (DILAN) di Kabupaten Rejang Lebong, Senin (19/5). Program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas layanan kas dan mempercepat digitalisasi transaksi daerah melalui pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berbasis QRIS.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan peluncuran MILA dan DILAN merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar sekaligus mendukung transformasi layanan publik berbasis digital.
“Bank Indonesia senantiasa berkomitmen menjaga dan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan kas, perluasan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Wahyu.
Program MILA di Bengkulu merupakan implementasi kedua di Indonesia setelah sebelumnya diterapkan di Kalimantan Selatan. Dalam tahap awal, layanan ini hadir di tiga lokasi, yakni PT Pos Indonesia KCU Bengkulu, PT Pos Indonesia KC Curup, dan PT Pos Indonesia KCP Argamakmur.
Melalui layanan MILA, masyarakat dapat melakukan penukaran uang tunai ke tunai (cash to cash), penarikan uang tunai dari uang elektronik atau tabungan melalui QRIS (digital to cash), hingga konversi uang tunai menjadi saldo uang elektronik Pospay (cash to digital).
Executive General Manager PT Pos Indonesia KCU Bengkulu, Andrianto, mengapresiasi kepercayaan Bank Indonesia kepada PT Pos Indonesia dalam pelaksanaan pilot project tersebut.
“Hal ini menjadi wujud komitmen PT Pos Indonesia untuk mendukung perluasan dan kemudahan layanan kepada masyarakat khususnya di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Selain peluncuran MILA, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan launching DILAN berupa pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan melalui QRIS di Kabupaten Rejang Lebong. Inovasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pembayaran pajak yang lebih mudah, cepat, aman, dan transparan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungannya terhadap penguatan layanan kas dan digitalisasi pemerintah daerah.
Menurutnya, digitalisasi pembayaran daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, dan mitra strategis agar layanan publik semakin dekat, aman, modern, dan inklusif bagi masyarakat Bengkulu.

















