berita realitapost

Rekam Jejak Iswahyudi Dinilai Layak Estafet Pimpin Bank Bengkulu

banner 120x600

REALITAPOST.COM, BENGKULU – Kursi Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) membutuhkan figur yang tidak sekadar paham birokrasi perbankan, tetapi juga memiliki ketajaman strategi dalam mencetak laba dan mengelola risiko.

Menilik dinamika industri keuangan saat ini, nama Iswahyudi yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama, mencuat sebagai kandidat paling mumpuni untuk menduduki posisi definitif tersebut.

Kelayakan ini bukan sekadar klaim di atas kertas, melainkan refleksi dari portofolio keberhasilan transformatifnya di dunia perbankan selama lebih dari satu dekade terakhir.

Sang “Doktor” Penyelamat Aset dan Krisis

Latar belakang Iswahyudi dipenuhi dengan kisah sukses membalikkan keadaan (turnaround story). Pada periode 2015–2018, saat memimpin Bank Syariah Mandiri Cabang Bengkulu, ia dihadapkan pada rapor merah: cabang terkecil yang terancam turun kelas (downgrade), dengan aset yang stagnan di angka Rp 80 miliar.

Melalui langkah berani memetakan ulang kompetensi karyawan dan membidik pasar pensiunan, ia sukses meroketkan aset cabang menjadi Rp350 miliar dalam waktu tiga tahun.

Jumlah nasabah melonjak drastis dari 40 orang menjadi 1.400 orang, mengantarkan cabang tersebut meraih penghargaan sebagai cabang terbaik di tingkat regional hingga nasional secara berturut-turut. Keberhasilan ini pula yang membuatnya dipromosikan menjadi Area Manager Balikpapan dengan membawahi 32 cabang di Kalimantan Timur dan Utara, mengelola aset jumbo sebesar Rp2,8 triliun.

Pengalaman Komprehensif di Jantung Bank Bengkulu

Kembalinya Iswahyudi ke Bengkulu untuk mengabdi di Bank Bengkulu membawa angin segar. Sejak 2019, ia telah melewati berbagai pos strategis yang melatih ketangkasannya dari hulu ke hilir dunia perbankan:

Pemimpin Cabang Utama (2021–2023): Menyelamatkan struktur permodalan bank dengan meyakinkan Pemerintah Kota Bengkulu agar tidak menarik saham Seri A mereka, sekaligus memulihkan pengelolaan kas daerah (Kasda) kembali ke pangkuan Bank Bengkulu pada akhir 2022.

Divisi Kredit Risk (2023–2024): Menjadi pionir yang merancang fondasi sistem scoring Kredit Konsumer dan Produktif guna memastikan ekspansi bisnis bank tetap aman terkendali.

Lonjakan Sejarah saat Menjabat Direktur Bisnis

Puncak pembuktian ketajaman bisnisnya terjadi saat ia dipercaya menjadi Direktur Bisnis (Maret 2024 – Maret 2025). Untuk pertama kalinya dalam sejarah Bank Bengkulu, terjadi pertumbuhan kredit di atas Rp1 triliun dalam satu tahun, mendongkrak total penyaluran dari Rp 6,3 triliun menjadi Rp 7,3 triliun. Manuver ini sukses mengantarkan Bank Bengkulu menembus status sebagai bank dengan total aset di atas Rp10 triliun per Desember 2024, yang diperkuat dengan apresiasi “The Excellent Performance Bank” dari Infobank.

Era Baru Laba dan Pengakuan Nasional

Sejak didaulat menjadi Plt. Direktur Utama pada Maret 2025 hingga saat ini, Iswahyudi langsung tancap gas. Di bawah kepemimpinannya, target laba perusahaan dikatrol naik signifikan dari Rp100 miliar menjadi Rp145 milar melalui strategi ganda: peningkatan pendapatan operasional dan efisiensi biaya ketat.

Hasilnya, Bank Bengkulu tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga meraih pengakuan bergengsi di tingkat nasional, termasuk:

BI Award Nasional: Kategori peserta BI-RTGS, BI-SSSS, dan BI-ETP Terbaik.

BI Award Nasional: Kategori Bank Pelaporan Keuangan Terbaik.

Penghargaan Personal: Iswahyudi dinobatkan sebagai salah satu “Banker of The Years – The 200 Future Leaders Forum” oleh Majalah Infobank.

Dengan rangkaian prestasi konkret tersebut, posisi definitif Direktur Utama bukan lagi sekadar langkah karier formal bagi Iswahyudi. Ini adalah kebutuhan strategis bagi Bank Bengkulu agar dapat terus melaju kencang, menjaga kepercayaan pemegang saham, dan menjadi motor penggerak ekonomi utama di Provinsi Bengkulu.(Damar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *