berita realitapost

Komitmen Kemanusiaan TBIG di Flores: Salurkan Kebutuhan Pokok, Lanjut Sasar 23 Posyandu

banner 120x600

JAKARTA, REALITAPOST.COM — PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengirimkan bantuan berupa bahan makanan pokok dan kain sarung untuk selimut kepada korban gempa Flores. Bantuan berupa lima ton beras dan 300 helai sarung untuk selimut didistribusikan melalui posko yang berlokasi di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores. Dari posko tersebut sebagian bantuan akan langsung didistribusikan ke dua kecamatan lainnya yaitu Wauponggo dan Keo Tengah.

Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An mengatakan bahwa bantuan ini merupakan tahap awal dari rencana kegiatan bantuan pasca bencana untuk para korban. “Kami membagi kegiatan bantuan ini dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap seperti ini kirimkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang sifatnya mendesak.  Pada tahap kedua kami akan fokus kepada bantuan yang menyasar pemberian bantuan bahan makanan tambahan bergizi untuk ibu dan anak balita,” tegasnya.

Lebih lanjut Lie SI An menjelaskan bahwa kegiatan di paska bencana nanti akan menjangkau 23 posyandu yang berlokasi di kecamatan Aesesa Selatan. “Selain posyandu kami juga akan memberikan bantuan kepada Puskesmas Jawakisa di Aesesa Selatan,” imbuhnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah, sementara dampaknya dirasakan di beberapa kabupaten di Pulau Flores.

Pasca gempa utama, aktivitas kegempaan masih terus berlangsung. Hingga 20 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 4.084 gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar 6,2, termasuk gempa magnitudo 5,3 pada 21 Agustus yang tidak berpotensi tsunami. Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terdampak terhadap bantuan logistik dan dukungan pemulihan masih menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *