REALITAPOST.COM, BENGKULU — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu menggelar Expo Forbisda HIPMI 2026 yang berlangsung di Halaman Two K Azana Style Hotel, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas serta memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional.
Ketua HCI, Muhammad Ropiq Akbar selaku PIC dan penanggung jawab kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara tersebut.
“Hari ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir di tengah cuaca yang cukup panas. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam Expo tersebut terdapat 14 tenant yang berpartisipasi, terdiri dari pelaku UMKM binaan HIPMI Kuliner Bengkulu, anggota HCI, serta UMKM dari luar HCI. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan UMKM.
Ropiq juga berharap adanya sinergi berkelanjutan dengan berbagai instansi, termasuk pengembangan kawasan Kampung Cina yang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat wisata dan UMKM.
“Kami siap untuk terlibat dalam pengelolaan dan menghidupkan kembali kawasan Kampung Cina serta potensi wisata lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang 9 BPD HIPMI Bengkulu, Dwi Ressy Widya menegaskan bahwa ruh utama kegiatan ini adalah menaungi seluruh UMKM agar dapat naik kelas.
“Ini sejalan dengan arahan pemerintah, bahwa melalui HIPMI, UMKM diharapkan bisa berkembang dan naik kelas. Dengan semangat ‘HIPMI pengusaha pejuang, pejuang pengusaha’, kita optimistis bisa maju bersama,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Nela Wati yang mewakili Wali Kota Bengkulu menyampaikan bahwa kepala daerah tidak dapat hadir karena sedang menunaikan ibadah haji.
“Kita doakan Bapak Wali Kota beserta seluruh jamaah agar diberikan kelancaran dan kembali dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bengkulu mendukung penuh kegiatan HIPMI sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam pengembangan UMKM.
Menurutnya, pemerintah terus membuka ruang pengembangan UMKM melalui berbagai program, seperti pengembangan kawasan Belungguk, Berendo, Pojok Durian, hingga pusat kuliner di sekitar BIM. Selain itu, Kampung Cina juga menjadi fokus pengembangan yang diharapkan dapat dikolaborasikan bersama HIPMI.
“Kami membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya. HIPMI diharapkan bisa berperan sebagai motivator, bahkan pengelola dalam mengembangkan kawasan UMKM,” jelasnya.
Sekretaris Umum BPD HIPMI Bengkulu, Julian Tanel menambahkan bahwa tema Expo tahun ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya.
“Tahun lalu kita mendorong UMKM untuk berinovasi. Tahun ini fokus kita adalah memviralkan produk dan menghubungkannya ke pasar nasional. Karena produk yang bagus tanpa dikenal tidak akan memberikan dampak maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan Forbisda akan menghadirkan berbagai tokoh dan kolega HIPMI yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan organisasi dan UMKM.
Di sisi lain, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan menegaskan komitmen HIPMI dalam mendorong UMKM naik kelas melalui peningkatan kompetensi dan perluasan jaringan.
“UMKM harus memiliki skill melalui pelatihan dan juga jaringan yang kuat. Oleh karena itu, kami menghadirkan narasumber nasional seperti anggota DPR RI, praktisi, Wakil Wali Kota Jambi, staf khusus Menteri Investasi, hingga tokoh dari asosiasi kopi dan advokat,” jelasnya.
Menurutnya, HIPMI juga telah menyiapkan berbagai program pendukung seperti HIPMI Center sebagai wadah pelatihan, serta HIPMI Kulineri untuk pengembangan sektor kuliner.
Selain itu, pihaknya juga akan segera melaksanakan pelantikan Asosiasi Kopi Indonesia Bengkulu sebagai upaya akselerasi komoditas kopi agar lebih kompetitif.
Yosia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bengkulu yang konsisten dalam mendukung program UMKM. Ia menegaskan kesiapan HIPMI untuk berkolaborasi dalam pengembangan Kampung Cina, baik dari sisi digital marketing, pemasaran, hingga pengelolaan tenant.
“Saat ini kami memiliki sekitar 25 anggota yang siap berkontribusi untuk menghidupkan kawasan tersebut agar menjadi pusat UMKM yang aktif, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Melalui Expo Forbisda HIPMI 2026 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, HIPMI, dan pelaku UMKM dapat terus terjalin, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih maju dan berkelanjutan.

















