banner 728x250

Polemik SDN 62, Walikota Tertawakan Tawaran Rp 1,4 M Pemprov

banner 120x600
RealitaPost.com, Bengkulu – Niat baik Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membantu ketidakberdayaan Walikota Helmi Hasan menyelesaikan biaya ganti rugi lahan SDN 62 mendapat tantangan besar. Pasalnya sampai detik ini tawaran penyelesaian ganti rugi lahan senilai Rp 3,4 milliar tersebut belum direspon dari Pemkot.

Mirisnya lagi, pasca hasil kesepakatan bersama yang dimediasi Pemprov beberapa waktu silam, Walikota Helmi Hasan justru bersikap kurang bersahabat. Dalam sesi wawancara rekaman video berdurasi 19 detik oleh salah satu media lokal. Walikota menunjukkan reaksi tertawa lepas usai dimintai tanggapan terkait bantuan senilai Rp 1,4 milliar ganti rugi lahan SDN 62 Kota Bengkulu. Reaksi tertawa Walikota Bengkulu tersebut beredar di media sosial dan mendapat tanggapan beragam publik.

Vedio tersebut langsung mendapat reaksi dari Pemprov. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun, kepada wartawan ini, menyayangkan sikap sang Walikota Helmi Hasan. Ekspresi tertawa yang diperlihatkan Walikota tersebut seharusnya tidak patut dipertontonkan depan publik. Sebagai Walikota semestinya Walikota menyambut baik niat Pemprov Bengkulu membantu upaya penyelesaian ganti rugi lahan SDN 62. Bukan malah bersikap menertawakan tawaran Pemprov.
“Tawaran mediasi dan dukungan dana bantaun biaya ganti rugi lahan SDN 62 Kota Bengkulu semata agar tidak ada lagi keberlanjutan masalah tersebut dikemudian hari. Pak Gubernur juga sudah mendengar dari semua pihak sehingga diambil jalan terbaik bersama agar anak-anak, wali murid dan guru bisa kembali normal belajar seperti biasa,” tegasnya.
Ia meminta Walikota khususnya Pemkot agar benar-benar mengkaji ulang rencana pemindahan lokasi SDN 62 Kota Bengkulu ke lokasi baru bukan solusi tepat. Karena itu justru akan memperumit Pemkot.”Sebaiknya selesaikan masalah ini dengan bijak bukan dengan sikap keegoisan Walikota semata. Ingat nasib anak didik yang bakal dikorban bila menunggu dan bertahan di sekolah penampungan sementara sampai pembangunan gedung baru selesai,” desaknya.(gol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *