banner 728x250

Pemuda-Pemudi Nusantara Dukung Pengendalian Peredaran Tembakau

banner 120x600
Sambutan Kepala Dinas Herwan Antoni dihadapan peserta yang hadir
RP, Bengkulu -Terbilang
tingginya angka konsumsi rokok oleh anak-anak dan remaja di Indonesia,
termasuk di Provinsi Bengkulu, mendorong para Pemuda-pemudi Nusantara
bersinergi pengendalian peredaran tembakau dalam Organisasi Kepemudaan
Internasional FCTC (Framework Convention on Tobacco Control).
FCTC
sendiri merupakan perjanjian internasional tentang kesehatan masyarakat
yang dibahas dan disepakati oleh Negara-negara anggota Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO). Bertujuan melindungi generasi masa kini dan masa
mendatang dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok.
Mewakili
Plt Gubernur Bengkulu, tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)
Provinsi Bengkulu Herwan Antoni pada Petualangan 365 Hari FCTC Warrior
di 25 Kota dan Penandatanganan Petisi Anak Muda Bengkulu untuk
Pengendalian Tembakau, di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Provinsi
Bengkulu, Jum’at (29/06).
Kadinkes
Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, pada dasarnya dari sisi
pelayanan kesehatan masyarakat, Pemprov Bengkulu mendukung apapun itu
bentuk tujuan dan komitmen organisasi kepemudaan. Namun, lantaran
Pemerintah Pusat belum meratifikasi perjanjian internasional ini,
pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Mengendalikan
tembakau ini, kita telah melakukan gerakan bersama kampanye anti rokok
di sekolah-sekolah. Tapi dari sisi kebijakan secara khusus untuk
pengendalian tembakau ini, kita juga masih menunggu arahan lebih lanjut
dari Pemerintah Pusat,” ungkap Herwan Antoni.
Dijelaskan
Ketua Eksebisi Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota Firman
Hidayah, saat ini Indonesia sudah darurat rokok, sehingga menurutnya
pengendalian peredaran tembakau ini sudah seharusnya diratifikasi oleh
Pemerintah.
“Tercatat
30 persen anak Indonesia sebelum usia 10 tahun dan 75 persen anak
sebelum usia 19 tahun sudah merokok. Kami mewakili 3 ribu teman-teman
kami dari 25 kota mendukung segenap bangsa Indonesia mengakhiri hedepoli
industri rokok,” terangnya.(MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *